Jumat, 07 Desember 2012

ANCAMAN KRISIS PANGAN

0 komentar

Krisis pangan kembali mengancam dunia. Ini dipicu oleh sejumlah kejadian: kekeringan di Amerika Serikat, cuaca kering di Rusia dan eropa timur, banjir di sejumlah bagian di eropa, dan curah hujan tinggi yang melanda Afrika dan India. Katanya, situasi ini berpotensi mengulang krisis pangan terparah pada tahun 2007-2008. Saat itu, Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat indeks kenaikan harga sebesar 80% dari permulaan 2007 hingga pertengahan 2008.
Read more ►

IMPOR KEDELAI

0 komentar
Anda penggemar tahu, tempe, kecap, dan taucho? Itulah beberapa produk pangan yang menggunakan bahan baku tempe. Sebagian makanan itu sudah sangat akrab dengan lidah rakyat Indonesia. Tempe, misalnya, menjadi salah-satu menu andalan rakyat Indonesia.
Namun, beberapa hari terakhir produksi tempe terganggu. Para pengrajin tempe menjerit-jerit akibat kenaikan harga kedelai. Mereka pun menggelar aksi mogok produksi hingga 27 Juli 2012 besok. Pasalnya, kenaikan harga kedelai telah memicu kenaikan biaya produksi. Banyak pengrajin tempe merugi dan terancam bangkrut.
Merespon persoalan ini, pemerintah pun mengambil langkah: menghapus bea-impor kedelai hingga 0%. Sebelumnya, biaya impor kedelai dipasang 5%. Dengan demikian, seperti diharapkan pemerintah, kenaikan harga kedelai di dalam negeri bisa diturunkan secara perlahan-lahan.
Indonesia memang importir kedelai. Hingga sekarang sekitar 60% kebutuhan kedelai nasional dipenuhi dengan impor. Sebagian besar kedelai impor itu berasal dari Amerika Serikat (AS). Nah, akhir-akhir ini AS dilanda kekeringan. Produksi kedelai negeri Paman Sam tersebut merosot. Indonesia pun kena getahnya.
Ini sangat ironis. Indonesia adalah negara agraris. Kedelai, sebagai bahan baku sejumlah bahan pokok/makanan di Indonesia, mestinya sanggup diproduksi. Sayang, pemerintah gagal melakukan hal itu. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi.
Pertama, areal penanaman kedelai semakin berkurang. Banyak petani yang tidak tertarik lagi menanam kedelai. Maklum, mereka sering merugi akibat kebijakan pemerintah mengimpor kedelai dari luar: rata-rata biaya pengusahaan kedelai lokal mencapai Rp 5500 per kilogram. Sedangkan harga kedelai impor pada kondisi normal berkisar Rp 4000-5000 per kilogram.
Pemerintah seharusnya melindungi petani kedelai lokal. Namun, hal tersebut urung dilakukan pemerintah. Maklum, Indonesia—selaku anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)—diharuskan melaksanakan liberalisasi impor. Termasuk liberalisasi impor pangan melalui skema “Agreement on Agriculture (AoA).
Kedua, tidak ada dukungan teknologi yang memadai dari pemerintah. Produksi kedelai tentu memerlukan dukungan berupa bibit unggul, pemupukan, pengendalian dari organisme pengganggu (hama, penyakit, dan gulma), dan dukungan pada teknologi panen dan lain-lain.
Ketiga, tidak adanya “politik” pemerintah dalam kerangka meningkatkan produksi kedelai nasional. Untuk diketahui, kita punya 25 BUMN yang bergerak di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kenapa BUMN itu tidak dikerahkan untuk membantu produksi kedelai. Sebab, seperti diketahui, kedelai termasuk bahan baku penting bagi kebutuhan pangan rakyat.
Ketiadaan politik pemerintah juga nampak pada absennya kendali pemerintah terhadap harga pangan, termasuk kedelai. Pemerintah seakan benar-benar bertekuk-lutut di hadapan mekanisme pasar. Akibatnya, banyak pihak—termasuk korporasi asing—turut ‘bermain’ dalam memainkan harga kedelai demi tujuan menggali keuntungan sebesar-besarnya.
Kedelai sangat vital bagi rakyat Indonesia. Untuk itu, pemerintah mestinya punya “politik” yang memastikan ketersediaan kedelai bagi kebutuhan dalam negeri. Untuk lepas dari ketergantungan impor memang tidaklah gampang. Akan tetapi, untuk kepentingan jangka panjang, maka sudah saatnya pemerintah berfikir untuk meningkatkan produksi kedelai.
Pada tahap pertama, pemerintah bisa menambah luas areal penanaman kedelai hingga minimal 2 juta hektar. Bersamaan dengan hal itu, pemerintah juga memberikan dukungan modal dan teknologi kepada petani. Perusahaan negara (BUMN) juga perlu didorong untuk peningkatan produksi kedelai ini.
Pada tahap selanjutnya, pemerintah mestinya mulai mengurangi impor dan menerapkan proteksi terhadap produksi kedelai lokal. Pemerintah juga harus memastikan proses distribusi kedelai agar tidak dimainkan oleh “spekulan” dan para penimbun. Tak kalah pentingnya, pemerintah mestinya sudah memikirkan bentuk pengembangan pengelolaan kedelai secara luas. Termasuk modernisasi teknologi pembuatan tempe dan tahu.
Read more ►

PETANI MISKIN, HARGA HASIL BUMI NAIK "SARJANA PERTANIAN APA GUNAMU "

2 komentar

Hem sebuah pertannyaan, ketika GELAR SP, sudah menghias dinamaku, "Mau kerja dimana Jack?" "eh jack di Bank anu buka lowongan tuh", "Jack Finace PT itu buka lowongan", "di pemda itu buka lowongan
PNSjuga jack"…."Wah aje gile, lo nawarin kerja kayak gitu! Terserah loe mau bilang apa, mau bilang kolot, mau bilang gak tau jaman, mau bilang masa depan gw yang gak jelas". Di kepala gw, kerjaan yang akan
gw lakoni, adalah pekerjaan yang sesuai Hoby dan Profesi gw. Percuma kuliah gw 9 tahun yang hampir di DO kalau gak mengapdi pada profesi gw.

Pokoknya Kerjaan gak boleh mengalahkan minat, hoby atau profesi gw, hahahaha kalau gw Sarjana pertanian trus gw kerja di Bank, atau perusahaan yg kagak nyambung sama profesi gw, percuma gw kuliah lama2 di Fakultas Pertanian……Percuma gw belajar Biologi, Dasar2 agronomi (mana ngulang 3x lagi), belajar biologi umum, belajar Hama penyakit tanaman, belajar Ekonomi pertanian, belajar ekonomi sumberdaya alam,wah rugi deh, pokoknya! Itu artinya ilmu yang gw dapat dari dosen2 gw MUBAZIR banget and menyia-nyiakan ilmu yang sudah gw dapat trus gak bisa di bagi-bagi atau bermanfaat buat orang banyak! Itu namanya mengkufuri nikmat Tuhan!.................

Dari dulu loe tau, selama kuliah Hoby gw cuman Foto-Foto, Naik gunung, Traveling, keluar masuk desa terpencil. Saat tahun ajaran baru dimulai gimana caranya nyiasatin nyusun SKS pokoknya, cukup ambil 18 SKS aja, jadi kuliah seminggu 3X, sisanya buat jalan2 menyalurkan hoby and mengasah kemapuan yang gak gw dapet dari kampus, hehehe wajarkan tamatnya agak lama!

Namun setelah di pikir kalau gw banting setir, hem rugi deh kuliah and ilmu gw gak akan berguna!..........namun setelah dipikir ulang walaupun gw miskin harta, ternyata gw sudah memilih jalan hidup gw, pokoknya gimana caranya harus tetap kerja sesuai hoby and profesi, bagi gw kalau kerja nggak cinta, nggak iklas pasti hasilnya gak maksimal, yg di kejar bakalan urusan duniawi, Penghasilan gede kerja 0 (NOL), ujung-ujungnya korupsi, kutit sana- kutit sini! Itu dia yang kayak begitu yang gw gak mau.

Ada contoh temen gw yg dulu sama-sama lulusan Sarjana Pertanian dengan IPK 3,2, pinter, rajin, ahli dalam tissue culture ( kultur jaringan) anggrek, pokoknya bisa memperbanyak tanaman apa saja dengan cara kuluture jaringan, eh pas tamat kerjanya di Bank,….wah rugikan kuliah cape-cape, belajar tanam menanam, gak taunya gak dipake tuh ilmu! dia sendiri mengakui harus belajar di dunia barunya, yang gak pernah di dapet di bangku kuliah dari masalah pemasaran sampai perbangkan dll, pokoknya dimulai dari 0 ( nol) lagi,…………….yach inilah negeri kita, yang serba aneh, serba semrawut pokoknya! ( Maaf bila ada yang terkritik, walaupun apapun profesinya, apapun pekerjaan baik tukang becak, Dosen, tukang sapu, pejabat, teller bank, dll, sama di Mata Tuhan yang penting HALAL)

WAJAR kalau negara ini gak maju2, karena pikiran yang ada di otaknya adalah duniawi saja alias uang, bukan ilmu, bukan bagaimana membangun dengan kemampuan dan profesi kita! Gw nggak nyalahin temen gw sih itu mah tergantung orangnya! Namun yang gw salahin adalah sistem Negara kita!, and wajar saja bertahun2 negara kita, Indonesia yang terkenal sebagai Negara agraris, ternyata gak maju2. mau bagaimana kalau Sarjana Pertaniannya gak mau kembali ke sawah, gak mau mengapdi ke bidangnya, gak mau menyumbangkan ilmu dari bangku kuliah untuk kemajuan pertanian!.........hal ini juga sama halnya dengan temen-temen gw yang punya gelar SHut (Sarjana Kehutanan), dimana setiap tahun dari kampus gw minimal ada sekitar 20 atauang SHUT yang di wisuda, namun keadaan hutan kita malah makin parah, makin gundul, dalam ilmu statistik, kalau di buat grafiknya anatara jumlah lulusan sarjana kehutanan ternyata berbanding terbalik dengan keberasilan kelestarian hutan, dimana semakin banyak sarjana kehutanan semakin rusak hutan...hahaha, bener gak…. !?

Yah walaupun semuanya gak kayak begitu, sebagian sarjana masih pada idialis, masih pada profesinya bekerjanya! Nah yang sebagiannya lagi itu dia, Cuma kuliah yng penting dapet title….ini dia perusak bangsa!

"Sebenernya gw gak rugi2 banget kok jd Sarjana Pertanian, gw malah bangga! Salah satu hobby gw mengkoleksi tanaman hias, atau tanem menanem, di pekarangan kost, yang sebagian temen gw bilang iseng banget Bang jack", "eh Bang Jack tangan loe tuh gak dingin setiap nanem dari 10 taneman cuma 4 yang hidup, itu juga kalau ada hujan, kalau nggak mati semua…..hehehe"! "ye….itu karena gw sering pergi,
jadi kadang lupa nitip taneman ke temen2 buat nyiram"…."loe juga yang seneng kalau ada yang berbunga, loe juga yang heboh duluan, yang minta duluan buat bahan praktikum……….!"

Bencana + Kebijakan mandul= Tempe mahal x Petani Miskin = Negara Semrawut

Tulisan diatas cuman sebagai pengantar, antara kenyataan yang ada dan sebuah dilema para Sarjana di negeri ini. Yang pada ujungnya ternyata apa yang di takuti oleh bangsa ini menjadi kenyataan. Dimana indonesia yang katanya negara agraris namun ternyata harus di dikte oleh bangsa lain dalam menentukan harga hasil bumi. Sebenarnya kejadian saat ini merupakan akumulasi dari berbagai macam permasalahan mengenai dunia pertanian selama beberapa dekade terakhir ini. Ya salah satunya masalah diatas, dimana sarjana pertanian yg enggan bekerja di dunia profesinya, kebijakan pemerintah yang tumpang tindih, dan permasalahan lainya yang membuat para petani malas untuk tetap bekerja menjadi petani, ya wajar saja bila saat ini indonesia menjadi negara yang berketergantungan terhadap bangsa lain dalam urusan pangan. Salah satunya yang saat ini di hadapi adalah naiknya harga kedelai yang berujung pada bangkrutnya sejumlah pengusaha yang menggunakan kedelai sebagai bahan dasar produksi usahanya.

Pemerintah Indonesia selalu saja membohongi rakyat Indonesia, yang katanya tidak akan ketergantungan pangan oleh bangsa lain, nah saat ini ternyata kebohongan ini terbuka satu persatu, dari harga beras naik, yang ternyata indonesia impor beras, bahkan pernah harga pesawat buatan anak bangsa indonesia di samakan harga beras dari negara sahabat. Ketika Amerika mengalami krisis akibat naiknya harga minyak
mentah dunia, maka para ekonom negara paman sam tersebut menekan dengan menaikan harga yang dibutuh oleh negar-negara miskin, negara yang membutuhkan barang-barang yang diproduksi oleh Amerika, salah satunya adalah meningkatnya harga kedelai dipasar dunia, yang berujung pada meningkatnya harga kedelai di pasar Indonesia, kejadian ini akan berujung pada krisis multidimensi seperti kejadian awal tahun 1998, kalau tidak cepat ditangani lebih serius.

Permasalah yang akan terjadi akan sesuai dengan hukum ekonomi dan hukum sibtitusi, dimana ketika kedelai naik, maka akan ada bahan-bahan yang naik seperti tepung terigu, beras, jangung, yang nantinya disusul naiknya harga bungkil kedelai yang menjadi bahan baku pakan ternak sementara permintaan konstan atau terus meningkat. Menurut Kompas 17 Januari 2008 bahwa idustri pakan ternak memproyeksikan kebutuhan bungkil kedelai pada tahun 2008 sebanyak 1,6 juta ton, namun dikarenakan kenaikan harga kedelai yang mencapai 50,6 persen per oktober 2007 dari sebelumnya Rp 2.850/kg per november 2006 maka dampaknya adalah kenaikan harga pada pakan ternak, yang berdampak pula pada naiknya haga ternak yang pada gilirannya akan mendatang,terjadi kenaikan harga daging ayam, telur dan menyusul nantinya kenaikan harga jagung dan lain-lain.

Kondisi pertanian di negara Indonesia memang kacau balau, karena pemerintah memang tidak memiliki kebijakan yang memadai dan ketergantung pada impor yang tidak di sesuaikan dan di persiapkan dengan baik serta disesuaikan dengan siklus kebutuhan rakyat Indonesia. Kenyataan ini tampak bahwa pemerintah tidak memiliki pandangan yang luas yang berjangka panjang dalam kebijakan pertanian dan kebijakan lainya. Sehingga yang harusnya dilakukan adalah mengubah paradigma pertanian, perubahan ini tidak saja di eksekutifnya, namun di tingkatan bawah, seperti pejabat pemerintah di daerahpun baik kepala dinas maupun petugas penyuluh lapangan hingga akademi yang menjadi mitra pemerintah harus ikut berubah.

Dirubah atau Berubah Menurut Rhenald Ksali, Ph.D manusia akan berubah menuju kesukseksan ada dua sebab pertama karena manusia memiliki rancangan atau rencana, secara jangka panjang agar dapat menuju kesuksesan dan yang kedua adalah diubah cara berpikir agar dapat survive dan memiliki paradima baru untuk kesuksesan. Nah ternyata kemajuan yang pernah di capai bangsa indonesia bukan karena ingin berubah namun karena diubah yang secara nyatanya adalah bangsa indonesia ini dipaksa berubah karena situasi dan kenyataan yang ada, baik masalah pertanian, perekonomia, pendidikan dan lain-lain.

Manusia-manusia indonesia tidak pernah sadar atau memiliki wasan kedepan, sebuah rencana jangka panjang untuk sebuah perubahan dan kesuksesan dalam bidang apapun, baik pertanian, pendidikan, perekonomian lingkungan dan lain-lain. Ini terbukti dari beberap kejadian salah satunya ketika harga kedelai naik maka harga kebutuhan lainya naik dan pemeintah kita tak punya soslusi yang memang seharusnya dalam hitung-hitung kejadian ini telah diprekdiksi, ini sam halnya dengan bencana yang ada di indonesia seperti banjir, kebakaran hutan dan lain-lain, dimana pemerintah akan berubah ketika kebakaran jengot, ketika banjir sudah terjadi danmmenelan korban jiwa, baru membuat program penghijauan, baru gembar-gembor global warming, ketika budaya indonesia diakui negara tetangga baru mulai sibuk..ini jelas-jelas pemerinthan indoneisa hanya memliki pandangan sempit sama dengan pandangan kacamata kuda, yang hanya bisa melihat kekanan dan
kiri saja.

Harga Pangan dunia >harga pangan dalam negeri = Petani Miskin + Rakyat Miskin Gizi

Pada sebuah pers, Menteri Pertanian R.I Anton Aprioyato mengatakan bahwa pemerintah Indonesia menyadari akan ketergantungan pangan di indonesia terhadap bangsa lain. Yang berujunganya tidak baik bagi kethanan pangan bangsa indonesia. Dan yang terjadi adalah negara Indonesia tidak berhasil meredam harga pangan di pasar dunia yang berakibat terseretnya harga pangan dalam negeri.

Keadaan diatas karena Pemerintah tak sanggup membuat program untuk merangsang petani agar mau melakuakn intensifikasi usahati, sebenarnya semua ini adalah hukum sebab akibat, Petani tidak mau berusahatani karena harga saprodi (Sarana produksi pertanian) seperti pupuk bibit, dll mahal, sementara harga produksi murah karena adanya kebijakan impor terhadap hasil pertanian yang mengakibatkan harga produksi dalam negeri lebih murah dari produksi yang dimpor. Wajar saja ketika kedelai naik beras naik, kok petani masih Miskin, wajar saja sarjana pertanian enggan kembali bekerja di profesinya, wajar saja para petanipun beralih usaha.

Bangsa TEMPE

Kebayang tidak sebelumnya bahwa Tempe yang merupakan makan paling murah yang dibuat dengan di injek-injek menggunakan kaki, ternyata saat ini menjadi makanan yang berkelas yang tak sanggup lagi dibeli oleh tukang becak, oleh para kaum miskin, padahal Tempe merupakan makanan faforit yang murah meriah, makan yang memiliki protein nabati tinggi, makanan sehari-hari gw yang telah mencerdaskan isi kepala bangsa indonesia dari tempe bacem, tempe goreng, tempe penyet, mungkin saja nanti harga tempe lebih mahal dari harga daging ayam, dan bisa saja nanti ada hamburger rasa tempe. Ini baru tempe yang naik, belum beras, belum susu, belum barang-barang lainnya. Kebayang tidak keuarga yang sehari-hari makan dengan tempe tahu saat ini tak sanggup lagi membelinya, mungkin makan nasi dan garam saja.

Walaupun negara ini di bangun oleh anak bansa yang cerdas karena makannya sehari hari dengan tempe, namun ternyata memang indonesia adalah bansa Tempe, yang ternyata juga bermetal tempe, berotak tempe. bersifat tempe. Bekerja dan berpikir untuk sesat tanpa untuk kemajuan kedepan.

Bangkit atau terlena

Ibarat makanan kalau setiap hari cuman makan dengan nasi tempe makan akan bosan, maka harus berubah menu yang sedikit istimewa dengan nasi telor, dan seterusnya menjadi Nasi daging yang 4 sehat 5 sempurna. Inilah lah yang harus dilakukan oleh bangsa ini, setiap saat selalu terpuruk maka saatnya harus bangkit dengan pemikiran kedepan agar kita dapat keluar dari krisispangan, krisi multi dimensi, namun saat keluar jangan hanya sesat, namun setrusnya hingga rakyat bangsa ini sejahtera. Tidak saja pejabatnya namun petaninya, tukang becaknya, semua orang lapisan bawah yang merasakan kesejahteraan.

Sikap dan tindakan pemikiran jangka panjang yang berwawasan luas ini harus dimulai oleh para sarjananya, para pemuda, dan yang pasti harus didahului oleh pemimpinya, serta pemerintahnya. Yang mana para sarjana bekerja sesuai profesinya, para dosen kembali ke kampus untuk mengajar, bukan mengejar proyek, PNS yang merupakan pelayan rakyat harus melayani rakyat, pemimpin pemeritahan harus berpikir untuk kemajuan bukan untuk bagaimana caranya korupsi. Bila kita kembali ke visi dan FOKUS maka negara ini akan terlepas dari bencana, bencana krisis multi dimensi.
Read more ►

PACARAN

0 komentar

nikah
Ketika pacaran sudah menjadi budaya yang menggurita, maka mengatakan 'tidak' untuk pacaran adalah perjuangan yang sungguh berat. Karenanya banyak yang kemudian berpikir untuk 'menerima' pacaran, dengan logika dan dalil-dalil yang bisa memuaskan sebagian orang. Tidak heran jika kemudian muncul 'pembolehan' pacaran dengan atas nama 'psikologi', 'hak asasi', 'cinta adalah fitrah', bahkan terkadang atas nama ' Islam' . Nah ! Khusus yang terakhir ini, yang membawa-bawa nama Islam, kita perlu bahas lebih lanjut.
Read more ►

Selasa, 04 Desember 2012

Muslims versus Jews

0 komentar

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ


الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ

هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُود

It will not happen apocalypse so the Muslims at war with the Jews. So the Muslims kill them until the Jews hide behind rocks and trees. And the rock and the tree: 'O Muslim, O servant of Allah is a Jew behind me, come and kill her unless Gorqhod tree because he was Jewish tree "(Muslim)

In a hadith when Messenger of Allaah alaihi wa sallam was asked about tafsir al-maghdhubi 'alaihim (people whose wrath), the Messenger of Allaah alaihi wa sallam said, "They are Jews". While the interpretation of ad-dhaalliin (those who go astray), Messenger of Allaah alaihi wa sallam said: "Christians can" (Reported by Ahmad and at-Tirmidhi).
Read more ►

Senin, 03 Desember 2012

SIGNS OF THE END TIMES BY SOME religion and mythology

0 komentar

These signs are believed to doom the various religions of the world. Doomsday usually refers to the eschatological writings in the three Abrahamic religions: Judaism, Christianity, and Islam. The end of time is often described as a period marked by tribulation that precedes the return of the Messiah that was prophesied.

Messiah is the man who will deliver the Kingdom of God and the end of suffering and evil. However, detailed descriptions of these events depends on the belief that each study. A number of religions and traditions have beliefs about the end times, which produces various belief systems, traditions, and behaviors.
Read more ►

World War III: Islam VS Jew

0 komentar

Imam Bukhari and Imam Muslim narrated the hadeeth of Abu Hurayrah that the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam said.
"It will not happen before the Day of Judgment Muslims fight the Jews. Then the Muslims kill them until the Jews hide behind rocks or trees. Then rock-or-tree said: O Muslim, O servant of Allah, there is behind me Jew, come and kill him. Unless Gharqad tree (a thorny tree known among the Jews), it is actually Gharqad one of the trees of the Jews. "(bukhari-Muslims)

from the hadith above, can be obtained info:

1. "It will not happen before the Day of Judgment Muslims fight the Jews ..."

This aka certainty, that fast or slow Islam will fight against the Jews.

Israel launched air strikes into Gaza spectacular, unprecedented. They pounded Gaza from early morning until 10 o'clock this morning. More than 170 missiles into Gaza dilessakan.

This operation is a series of attacks on Palestinian militants. No fewer than 350 Palestinians have died as martyrs and more than 750 others were injured, 200 of them seriously. (Infopalestina)

2. ghorqod tree

"Unless Gharqad tree (a thorny tree known among the Jews), it is actually Gharqad one of the trees of the Jews ...."

"Jewish National Fund website (www.jnf. Org), the JNF Store (Tress for Israel Certificate), mentioned that in the land of Palestine has been planted as many as 220 million trees Ghorqod."

question:

Muslims ready?

at a time when Muslims are far from Islamic values?

where do we stand?


Will Muslims win against the Jews?



MediaMuslim.Info - Among the things that make the hearts of the believers peace and hence they are more certain is, that the country that became a gathering place for different kinds of the World Jewish tribes, which are unjust and bathil called the state of Israel, is a country that will be destroyed and erased from the face of earth. We can not say the date and the date so as it is done so incorrectly by some people who have a passionate spirit.

It may be that the time will come before their due date prediction, and it is not difficult for Allah Subhanallohu Wa Ta'ala. However, it could be (the time will come) long before that. Wallohu knows best.
Word of Allah Subhanallohu Wa Ta'ala, which means: "And no one knows the soldiers of your Lord except Him alone" (Surat al-Muddatstsir: 31). No one knows except him the All-knowing, all alert.

That's why there are political leaders (Muslim) konteporer who say: Surely we are peace with the Jews merely political peace, not a belief.

The truth is there is some history of sal-Allaahu alaihi wasalam Rasululloh hadith that is authentic and firm, that petempuran great (against the Jews-pen) will happen, for sure. And that sentence would have beat Tawheed Jews, both masters and slaves (the leaders and their followers-pen).

Imam Bukhari and Imam Muslim has narrated from Abdullah ibn Umar Radhiallaahu anhu, actually Rasululloh sal-Allaahu alaihi wasalam said, which means: "You shall fight the Jews until one of them hiding behind a rock. Then the stone was said: O servant of Allah, there is Jew behind me, then kill him. "

Imam Bukhari and Imam Muslim also narrated the hadith of Abu Hurairah Radhiallaahu anhu that Rasululloh sal-Allaahu alaihi wasalam said, which means: "Judgment Day will not happen before the Muslims fight the Jews. Then the Muslims kill them until the Jews hide behind rocks or trees. Then the stones or trees that say: 'O Muslim, O servant of Allah, there is Jew behind me, come and kill him ". Unless Gharqad tree (a thorny tree known among the Jews), it is actually Gahrqad one of the trees of the Jews. "

Two of the above history is the history of the strongest and most authentic on one side and it certainly explains the true incidence of the war against the Jews, while on the other hand describes sure (for sure) its victory in the hands of the Muslims.

The history-praise be to Allah, the Exalted Subhanallohu Wa-, and with his taufiq very very clear, obvious and clear. No need to comment and do not need captions.




In the two texts above there are various doctrinal guidance, the most prominent of which is two things:
Regarding the first, the sal-Allaahu alaihi wasalam Rasululloh words to his companions: You would have to fight (the Jews). Word gives a clear indication that the future just for Muslims alone-bi-idznillah.
With regards to the end, the word Rasululloh sal-Allaahu alaihi wasalam when telling word tree or rock: O Muslim, O servant of Allah Subhanallohu Wa Ta'ala!. This story shows that manhaj Tarbawi Ishlahi (pattern of education which aims to repair) the upright based on the realization of monotheism and worship is truly have the readiness to enforce Shariah of Allah Ta'ala on earth and to start a new life with Islamic life in accordance with the prophetic pattern.
There was a history of weak-of-range transmission that spread among the people and among the rolling those special and ordinary people, which shall be revealed and described (ie): History of Ibn Sa'd in Tahabaqatnya VII/422 , Al-Bazzar in Musnadnya IV/138, Az-Zawaid, Ibn Abi Asim in al-Ahad wa al-MATSANI 2458, and others, from Nahik bin As-Shuraim Sakuni, that Rasululloh sal-Allaahu alaihi wasalam said, which means: "Mushrikeen until finally the remnants (the troops) you will fight the Antichrist in the nearby river Urdun (Jordan), you're on the east and those to the west. Narrator said: I do not know where on earth next Urdun (Jordan) at the time "

This hadith sanadnya Da'eef, in which there is Muhammad ibn Aban al-Qurasyi. Abu Dawud, Ibn Ma'in, al-Bukhari and other priests mendha'ifkan (weakening) it. Ulama Ummah, 'Allamah, Imam, ocean sciences, Shaykh Abu Muhammad Nashiruddin Abdir Rahman Al-Albani, may Allah Ta'ala have mercy on him-had issued a hadith in detail in his wonderful book: Genealogy Hadith Al-Adh-Dha' Ifah III/460-461. He explained that hadith weaknesses, then he rahimahullah said: I wrote this hadith after a lot of questions about it, coincided with the Jewish occupation of the West Bank Jordan in early Haziran (June) year-1967M. May Allah humiliate and degrade them and cleanse the country from them and from their supporters.


Read more ►

Indonesia Butuh UU Perlindungan Petani

0 komentar

JAKARTA - Indonesia membutuhkan adanya Undang-Undang Perlindungan Petani. Sebab, akibat belum adanya UU Perlindungan Petani, impor produk hortikultura terus melaju.

"Politik pertanian Indonesia belum membela petani, sehingga petani kita masih tetap miskin," kata Sekretaris Jenderal Induk Koperasi Tani dan Nelayan (Ikoptan) Soeryo Bawono saat lokakarya di Jakarta, Sabtu (31/3).

Ia mengatakan bahwa akibat belum adanya UU Perlindungan Petani, impor produk hortikultura terus melaju. "Karantina pelabuhan dengan mudah meloloskan banyak buah buahan dan sayuran bebas masuk ke Indonesia," kata dia
Read more ►

Kekerasan dalam Pacaran (KDP)

0 komentar

Pacaran adalah hubungan antara pria dan wanita yang diwarnai keintiman dimana satu sama lain terlibat dalam perasaan cinta dan saling mengakui pasangannya sebagai pacar. Melalui berpacaran seseorang akan mempelajari mengenai perasaan emosional tentang kehangatan, kedekatan dan berbagi dalam hubungan dengan orang lain. Salah satu tugas perkembangan dewasa muda adalah berkisar pada pembinaan hubungan intim dengan orang lain.
Read more ►

Hidup Versi Gue

0 komentar

19 Juni'91 hari dmna kulit gue menyentuh dunia untuk pertama kali.Terlahir dari kedua orang tua dengan nama M.YUNUS dan ibu gue AISYAH... well, nama gaklah penting mnurut William Shakespeare, gue punya satu saudara perempuan dmna gue adalah satu satunya sosok kakak lelaki di keluarga gue...Lahir dengan sebuah tanggung jawab yg besar, gue adalah seorang kakak dan juga seorang yang harus bertanggung jawab terhadap adek gue.... Terlahir dengan bintang Gemini..Dilahirkan dalam keluarga yg bahkan bisa dibilang gak punya apa apa dibumi... Latar blakang yang cukup buruk. Tpi gua cukup bersyukur,gue bisa nyelesaiin sekolah gua mpe tamat SMA.. bersyukur karena Allah gak menutup mata gue…gue adalah seorang pengikut Nabi Muhammad SAW yg percaya kepada AllAh dan Rasulnya.. Gue bukanlah mahkluk yg punya khidupan mulus n jauh dri msalah,tpi justru sbaliknya..Bahkan mungkin gue terlahir dengan msalah,kadang seakan ingin ngebuang hidup n lari dri knyataan...Sampai gue blajar kalau Pribadi yang Kuat itu dibentuk dari Ribuan Rasa Sakit...hmm.. satu kalimat yg nguatin gue.
Read more ►
 

Copyright © Hidupku Inspirasiku Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger