Minggu, 30 Desember 2012

Berbicara di Depan Publik, Bagaimana Agar Memukau ?

0 komentar

Mengapa kebanyakan orang enggan dan merasa tidak percaya diri untuk berbicara di depan publik ?
Biasanya, alasan tersering adalah karena malu, kurang konfiden, bahkan sering berusaha menghindar jika diminta bicara.
Sebenarnya, bicara di depan publik (public speaking) bukanlah persoalan bakat tetapi bagaimana orang mengembangkannya.
Read more ►

Jumat, 28 Desember 2012

Keadaan Perang dalam Potrettan

0 komentar
War photographer (fotografer perang) adalah pekerjaan yang sangat berbahaya, mereka mempertaruhkan nyawa untuk mengambil gambar yang digunakan untuk mempublikasikan keadaan perang pada dunia...

Berikut adalah karya-karya mereka yang terkenal...

Intifadah



Fotografi perang yang paling keren menurut ogut. Menggambarkan dengan nyata keadaan di Jalur Barat Palestina yang digempur Israel.
Read more ►

Selasa, 18 Desember 2012

Pancuri

0 komentar

Maling atau pencuri dalam bahasa Aceh disebut pancuri. Sederhananya, pancuri dapat diartikan mengambil milik orang lain tanpa seizin orang tersebut. Imbas pada umumnya bagi si pencuri (jika ketahuan mencuri) adalah dipukul oleh massa atau dipenjara jika berurusan dengan polisi. Namun, ada pula pencuri yang mendapat sanksi menyenangkan bagi dirinya, kendati dia sudah mencuri. Pencuri yang berbahagia ini adalah pencuri hati. Ketika dia sudah berhasil ‘mencuri’ hati orang yang disenangi/ sayanginya, orang yang telah ‘dicuri’ hatinya pun luluh terpekur, tunduk ke pangkuas si pencuri. Maka laba yang didapati oleh si pencuri jenis ini adalah berlipat ganda, setelah mengambil hati orang, malah mendapatkan orangnya.
Read more ►

Sikap dan Pandangan Hidup Orang Aceh sebagai Makhluk Ciptaan Tuhan

0 komentar

Sebagaimana kita ketahui, Aceh sering sekali diidentikkan dengan Islam. Gelar Seuramoe Meukah yang ditabalkan untuk provinsi ini pada masa lalu hingga hari ini menjadi bukti untuk itu. Pemberian hak un­tuk memberlakukan syariat Islam dalam era otonomi khusus saat ini menjadi bukti lain dari pengindentikan Aceh dengan Islam. Kar­enanya, sebagai sebuah komunitas muslim, masyarakat Aceh tentu saja melihat segala sesuatu dari sudut kacamata Islam. Mer­eka sangat percaya bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Kekuasaan Allah tak berbatas. Hal ini bukanlah sebuah jar­gon semata. Allah-lah yang menghidupkan dan mematikan seseorang, Allah juga yang memberi rezeki pada seseorang untuk tetap survive, bertahan hidup, di dunia fana ini.
Read more ►

10 Pekerjaan Paling Menjanjikan Di Masa Depan

0 komentar

10. Konsultan Perencana Keuangan10 Profesi yang Menjanjikan di Masa Depan

Di era perekonomian yang sedang tumbuh dan bahkan resesi, pekerjaan konsultan perencana keuangan adalah profesi yang menjanjikan di masa depan. Dewasa ini orang semakin menyadari bahwa perencanaan sangat diperlukan agar kita dapat mencapai tujuan dengan kondisi keuangan yang kita miliki. Dengan banyaknya orang yang membutuhkan konsultan perencana keuangan maka kesempatan sangat terbuka lebar untuk menjadi konsultan perencana keuangan. Sebut saja nama-nama seperti Safir Senduk, Ligwina Hananto, Rakhmi Permatasari dan masih banyak lagi mereka adalah perencana keuangan yang handal dan sukses baik yang bekerja secara independent maupun secara korporat. Bahkan di AS diperkirakan pendapatan konsultan perencana keuangan mengalami peningkatan 30,1%.
9. Dokter Gigi
Dentist 
Bila kita amati beberapa tahun akhir-akhir ini dental care sangat menjamur di mana-mana. Ini menunjukkan bahwa ada permintaan pasti ada penawaran. Orang-orang sangat membutuhkan dental care atau dokter gigi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Profesi dokter gigi dianggap sebuah profesi yang menjanjikan di masa depan. Profesi dokter gigi sudah eksis lebih dari 150 tahun yang lalu. Permintaan untuk layanan gigi dan mulut akan terus tumbuh di masa depan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Yang menjadi hambatan adalah kurangnya tenaga dokter gigi yang dapat menangani kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat di daerah dan pelosok-pelosok.

8. Insiyur Teknik (Engineers)
Engineer 
Kemajuan perkembangan jaman menuntut pembangunan infrastruktur baik di kota maupun di daerah. Ini berarti kesempatan sangat terbuka lebar bagi para engineers. Pekerjaan insinyur teknik sangat berkaitan dengan pertumbuhan penduduk yang berimbas pada infrastruktur tata kota, transportasi, industri dan yang lainnya. Insinyur teknik merupakan pekerjaan yang menjanjikan di masa depan. Data di AS menunujukan adanya peningkatan jumlah pekerjaan baru sebanyak 24,1% bagi insinyur teknik.
7. Analis Riset Pasar
Market Research Analyst  
Beberapa dekade terakhir, persaingan antara perusahaan satu dengan yang lain semakin pasar. Masing-masing perusahaan ingin memperluas pasar dan produknya diterima masyarakat. Produk yang diinginkan masyarakatlah yang akan memenangkan pasar. Banyak perusahaan baik yang baru berdiri maupun yang sudah lama memerlukan analis riset pasar untuk produk mereka. Merupakan sebuah peluang untuk yang ingin menjadi seorang analis riset pasar. Di AS menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 28,1% bagi yang berprofesi sebagai analis riset pasar.
6. Olahragawan atau atlet
Atlet
Jangan anggap remeh pekerjaan atau profesi ini. Mungkin beberapa dekade yang lalu olahragawan atau menjadi atlet adalah pilihan terakhir dari sekian banyak pilihan profesi dan pekerjaan. Namun sekarang profesi tersebut sudah bergeser menjadi profesi atau pekerjaan yang menjanjikan di masa depan. Banyak atlet atau olahragawan yang menjadi jutawan bahkan milyuner. Seperti Andres Iniesta (FC Barcelona) memiliki gaji lebih dari Rp. 4 miliar per bulan atau lebih dari Rp. 1 miliar per minggu. Bahkan seorang pelatih sepakbola seperti Marcello Lippi dibayar sekitar Rp. 2 miliar per bulan.

5. Perawat
Nurse 
Perawat adalah pekerjaan yang menjanjikan di masa depan. Tugas perawat adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang meliputi pelayanan pengobatan dan juga membantu mengedukasi pasien agar pasien dapat mandiri. Hampir semua tenaga kerja dari perawat terserap di semua rumah sakit maupun balai pengobatan yang lain seperti puskesmas. Gaji seorang perawat di Indonesia berkisar antara Rp. 1.540.000,- hingga Rp. 2.500.000,- per bulan..
4. Bidan
Midwife
Berprofesi sebagai bidan adalah pekerjaan yang mulia juga menjanjikan di masa depan. Bidan merupakan profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban manusia dan hingga kini. Bidan membantu dokter dalam proses kelahiran, bahkan sekarang banyak bidan membuka praktek atau klinik bersalin yang disebut Bidan Praktek Swasta (BPS). Bahkan pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah program untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan BPS yang disebut Bidan Delima.
3. IT
IT 
Di jaman yang serba teknologi dan komputerisasi memilih profesi sebagai IT adalah pekerjaan yang menjanjikan untuk masa depan. Berprofesi sebagai IT diartikan sebagai seorang yang mahir dalam bidang teknologi komputasi, jaringan, perangkat lunak, internet bahkan hingga hardware. Profesi IT banyak sekali cabangnya. Yang berhubungan dengan software misalnya; programer, web designer, web programmer, sistem analis. Yang berkaitan dengan hardware misalnya; technical enginner (teknisi), networking engineer (jaringan). Sedangkan yang berkaitan dengan operasional sistem informasi, misalnya; EDP, sistem administrator. Begitu banyak pilihan pekerjaan di bidang IT, tentunya merupakan kesempatan yang besar. Dan gaji seorang IT yang belum berpengalaman sekitar Rp. 2.500.000,- per bulan.
2. Akuntan dan Auditor
Accountants and Auditors 
Di setiap perusahaan baik yang non profit dan profit pasti memerlukan seorang akuntan untuk mengelola keuangan perusahaan, membayar pajak, laporan keuangan dan lainnya. Setiap hari banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan untuk posisi akuntan. Yang berarti profesi akuntan adalah pekerjaan yang menjanjikan di masa depan. Begitu pula dengan auditor, seseorang yang memiliki kualifikasi untuk melakukan audit atas laporan keuangan serta kegiatan disebuah perusahaan atau organisasi. Profesi auditor juga merupakan pekerjaan yang menjanjikan baik sebagai auditor pemerintah, auditor intern, auditor independent hingga auditor pajak. Seorang akuntan yang baru masuk dan belum berpengalaman biasanya menerima gaji Rp. 1.900.000,- per bulan.

1. Dokter Ahli Bedah
Surgeons 
Tidak diragukan lagi profesi dokter ahli bedah menjadi pekerjaan yang menjanjikan di masa depan. Seorang dokter ahli bedah atau spesialis bedah kini semakin dibutuhkan seiring dengan perkembangan jaman menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit yang semakin beragam. Yang termasuk dokter spesialis bedah misalnya; dokter ahli bedah saraf, spesialis bedah urologi, spesialis bedah ortopedik dan lainnya. Tenaga dokter spesialis pun masih terbatas dan hanya di rumah sakit-rumah sakit besar atau rumah sakit milik pemerintah.

Sumber: http://inspirasi.lintas.me/go/top10.web.id/10-profesi-yang-menjanjikan-di-masa-depan/
Read more ►

Apel potensi lain dari negeri “petro kopi”

0 komentar

Selama ini, dataran tinggi Gayo Aceh Tengah begitu identik dengan tanaman primadonanya, kopi, yang telah mendunia ketenarannya. Bahkan diperkirakan 80 persen mata pencaharian masyarakat dari Negeri “Petro Kopi” ini bergantung dari tanaman penghasil kafein itu.
            
Namun dibalik berlimpahnya biji-biji kopi yang menghasilkan produksi 19.867,48 ton pertahun, berasal dari lahan produktif yang mencapai luas areal 29. 057,35 hektar (data pokok pembangunan Aceh Tengah 2005), ternyata masih ada sebagian kecil warga mencoba peruntungannya dengan bertani tanaman lain, salah satunya budidaya tanaman apel.
            
Mungkin cerita budidaya apel merupakan hal yang lazim bagi sebagian orang. Namun di Aceh Tengah bertani buah ini diperkirakan hanya ditekuni segelintir orang yang dapat dihitung dengan jari sebelah tangan.
            
Siswanto, 53, misalnya, salah seorang petani apel yang berdomisili di Kampung Despot Linge Aceh Tengah. Bermula dari keisingennya mencoba bertanam apel di Bumi Gayo sejak 2005, pria transmigrasi asal Batu Malang Jawa Timur ini malah sudah mendapat julukan “juragan apel” karena keberhasilan mengembangkannya hingga mampu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.
           
 “Awalnya warga di kampung ini meragukan usaha saya menanam apel karena pada dasarnya kopilah tanaman utama. Namun setelah melalui uji coba, apel juga mampu tumbuh subur di sini (Despot Linge-Red), seperti halnya kopi. Bahkan apel ini lebih baik kualitasnya dari apel yang pernah saya kembangkan di Malang,” papar Siswanto kepada Waspada di lokasi tanaman.
            
Disebutkan, saat ini sebanyak 200 batang apel telah dibudidayakan dipekarangan rumahnya. Dari jumlah tersebut rata-rata dalam sekali panen perbatang mampu menghasilkan 15 -20 kilogram.  “Untuk saat ini, hasil panen saya belum mencukupi kebutuhan konsumen. Jangankan untuk dipasarkan, memenuhi permintaan warga di sini saja terkadang kurang. Karena buah apel sangat diminati warga ,”jelasnya.
            
Selain itu, kata Siswanto, apel ini juga terkadang kerap dipesan para pegawai dari dinas-dinas yang berada diseputar kota Takengon.” Adakalanya pegawai dinas datang langsung untuk membeli buah apel sekaligus memetik sendiri buah yang siap panen.”
            
Menurutnya, bertani apel saat ini merupakan peluang yang cukup menggiurkan, karena harga jualnya juga terbilang lumayan, mencapai Rp 25-27 ribu / kg.     “Saat ini saya memiliki lima varietas apel yang telah dibudidayakan. Asal bibitnya saya bawa langsung dari Malang Jatim, di mana kemudian saya perhatikan perkembangannya jauh lebih baik di Takengon ini. Mungkin karena kebetulan, iklim alam dan kondisi tanahnya sangat cocok,” lanjutnya.
         
Limajenis varietas apel yang dikembangkan Siswanto, yakni apel mana lagi (berwarna hijau kuning), apel ana (merah), apel australi (hijau),  apel rumbiuty(setengah merah setengah hijau), dan apel wanglin (hijau kasar).
           
 “Bila menanam apel, yang perlu diperhatikan ketinggian tanah dari permukaan laut. Apel akan tumbuh baik jika berada diketinggian  1.200 meter. Di Tanah Abu, Despot ini, kami perkirakan  memiliki ketinggian 700-1.400 meter dari permukaan laut. Jadi, sangat ideal untuk tanaman apel,” kata Siswanto yang mengaku memahi ilmu pertanian apel secara otodidak sejak usia 14 tahun. Bahkan, apel juga merupakan mata pencaharian keluarganya secara turun temurun di Malang.
            
Disamping berbagai varietas yang telah dikembangkan, bersama harga apel yang menjanjikan, dia menebut, harga bibit apel juga lumayan mahal. Hal itu disebabkan masih sulitnya mendapatkan bibit apel.
           
 “Harga bibit mencapai Rp 50-75 ribu per polibek. Meroketnya harga merupakan kendala bagi petani di sini untuk mengikuti jejak saya bertani apel. Namun kami telah mengajukan proposal ke Pemerintah Aceh,”sebut Siswanto.
            
“Syukurlah, kami telah mendapatkan bantuan bibit dari dinas terkait. Saya dipercayakan sebagai pembina petani apel di sini. Kami telah memesan sebanyak 900 bibit apel ke Malang, di mana sumber anggarannya dari pemerintah Aceh,”jelas Siswanto,  seraya mengharapkan ke depannya Pemerintah Tingkat II aceh Tengah mampu menjadikan Kampung Despot Linge sebagai lokasi daerah agrowisata buah apel di negeri Lumbung Kopi ini. 
Read more ►

Sabtu, 15 Desember 2012

DOSEN TIDAK MASUK

0 komentar

Pagi itu, saat matahari mulai menampakkan bias cahayanya yang lembut menusuk tubuh. Seperti biasanya satu demi satu mahasiswa Fakultas Pertanian (UNIVERSITAS ALMUSLIM) berdatangan mengisi ruangan kelas yang sedikit berantakan.
Ada yang datang dengan binar wajah yang cerah, ada pula yang kusam dan sedikit berantakan.
Pagi itu jam menunjukkan pukul 07.45, ruangan kelas hampir penuh. Sembari menunggu si empunya mata kuliah, mahasiswa melakukan kesibukan-kesibukan sendiri.
Read more ►

Kamis, 13 Desember 2012

Beda Sekolah Dan Kehidupan

0 komentar

Perbedaan antara sekolah dan kehidupan, di sekolah kita belajar lalu diuji. Sebaliknya dalam kehidupan kita diberi ujian yang memberi kita pelajaran.
The difference between school and life? In school, you’re taught a lesson and then given a test. In life, you’re given a test that teaches you a lesson.
Read more ►

Artis dan Mesin Uang

0 komentar

Artis itu bukan sebuah mesin, tetapi seringkali diperlakukan seperti mesin, sebuah mesin penghasil uang.
An actress is not a machine, but they treat you like a machine. A money machine.
Read more ►

Rabu, 12 Desember 2012

Adat dan Hukum dalam Kearifan Ureueng Aceh

0 komentar

Sejak dahulu orang Aceh sudah hidup berkel­ompok. Mereka saling berinteraksi sesama dan membentuk komunitas dengan pola hidup yang khas. Kekhasan itu tercermin dalam berba­gai hadih maja yang berkaitan dengan strata ke­masyarakatan dan pola hubungan antarorang dalam masyarakat tersebut.
Sebagai sebuah masyarakat yang Islami, strata dan sistem organisasi dalam masyarakat Aceh dibangun berdasarkan konsep pemerintahan yang bernuansa Islami, bersyariat, dalam hal ini syariat Islam. Karena itu, sejak dahulu sudah ada ungkapan, “Nanggroe meusyara’, lampôh meupageue, umong meuateueng, ureueng meunama.” ‘Negeri bersyarak, kebun berpa­gar, sawah berpematang, orang bernama’.
Hadih maja ini menyiratkan bahwa sebuah komuni­tas mestilah memiliki kaidah, hukum, konvensi, dan batasan-batasan tertentu. Hal ini sangat berguna dalam rangka membangun sebuah kehidupan yang harmonis.
Read more ►

Selasa, 11 Desember 2012

CUT gelar kebangsawan untuk wanita Aceh

0 komentar
Di Aceh terdapat banyak gelar-gelar suku / bangsawan di antaranya:

1. Cut
Cut adalah salah satu gelar kebangsawanan di Aceh yang diperuntukkan untuk kaum perempuan. Gelar ini diturunkan sampai ke anak cucunya jika perempuan bangsawan tersebut menikah dengan laki-laki dari kalangan bangsawan juga, yang lazim disebut dengan “Teuku”.
2. Haria Peukan
Haria Peukan adalah pejabat adat yang mengatur ketertiban, kebersihan pasar dan pengutip retribusi dalam masyarakat adat Aceh.
3. Imum Mukim
Imum Mukim adalah orang yang dipercayakan untuk mengurusi masalah keagamaan pada tingkat pemerintahan mukim (pemerintahan mukim terdiri dari beberapa gampoeng), yang bertindak sebagai imam sembahyang pada setiap hari Jumat di sebuah mesjid pada wilayah mukim yang bersangkutan.
4. Laksamana
Laksamana adalah istilah dalam Bahasa Indonesia yang berasal dari Bahasa Melayu, yaitu panglima tertinggi di laut. Seperti halnya digunakan pada masa Sultan Iskandar Muda (1593-1636), di Kesultanan Samudera Pasai (Aceh) yang memiliki seorang panglima angkatan laut perempuan bernama Laksamana Malahayati. Hang Tuah, yang diduga berasal dari Kepulauan Riau, dihikayatkan dalam Sastra Melayu menjadi seorang laksamana di Kerajaan Malaka pada abad ke-14.
5. Meurah
Meurah adalah gelar raja-raja di Aceh sebelum datangnya agama Islam. Dalam bahasa Gayo disebut Marah, seperti Marah Silu yang merupakan pendiri kerajaan Samudera Pasai. Contoh lainnya adalah putra Sultan Iskandar Muda digelari dengan Meurah Pupok. Setelah datangnya agama Islam, setiap raja Aceh berganti gelar menjadi Sultan.
6. Panglima Laôt
Panglima Laôt (atau Panglima Laut) merupakan suatu struktur adat di kalangan masyarakat nelayan di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang bertugas memimpin persekutuan adat pengelola Hukôm Adat Laôt. Hukôm Adat Laôt dikembangkan berbasis syariah Islam dan mengatur tata cara penangkapan ikan di laut (meupayang), menetapkan waktu penangkapan ikan di laut, melaksanakan ketentuan-ketentuan adat dan mengelola upacara-upacara adat kenelayanan, menyelesaikan perselisihan antar nelayan serta menjadi penghubung antara nelayan dengan penguasa (dulu uleebalang, sekarang pemerintah daerah).
7. Panglima Uteun
Tradisi pengelolaan hutan yang arif bijaksana telah dipraktekkan secara turun temurun dalam masyarakat Aceh. Hal ini diselenggarakan melalui lembaga adat uteun yang dipimpin oleh Panglima Uteun. Panglima Uteun merupakan unsur pemerintahan mukim yang bertanggungjawab kepada Imum Mukim. Khazanah adat budaya ini masih melekat dalam kehidupan sebagian masyarakat Aceh sebagai sebuah kearifan lokal yang masih ada terutama pada kemukiman yang wilayahnya berdekatan dengan kawasan hutan.
Dalam literatur lama diterangkan bahwa beberapa fungsi utama yang harus dilakukan oleh Panglima Uteun adalah:
Pertama, menyelenggarakan adat glee. Panglima uteun merupakan pihak yang memiliki otoritas menegakkan norma-norma adat yang berkaitan dengan bagaimana etika memasuki dan mengelola hutan adat (meuglee). Pangima Uteun atau Pawang Glee (bawahan Panglima Uteun atau Kejruen Glee) memberi nasihat dalam mengelola dan memanfaatkan hutan. Nasehat tersebut berisikan tatanan normatif apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kaitannya dengan pengurusan hutan adat. Selain itu, disampaikan pula petunjuk perjalanan dalam hutan sehingga jangan sampai orang tersesat, atau mendapat gangguan dari jin dan binatang-binatang buas lainnya.
Kedua, mengawasi dan menerapkan larangan adat glee. Dalam pengurusan hutan dilarang memotong pohon tualang, kemuning, keutapang, glumpang, beringin dan kayu-kayu besar lainnya dalam rimba yang dianggap sebagai tempat bersarang lebah. Ini merupakan pantangan umum, yang apabila dilanggar dapat merugikan orang banyak, karena siapa saja boleh mengambil madu yang bersarang di pohon-pohon besar itu. Dilarang memotong kayu-kayu meudang ara, bunga merbau, dan kayu-kayu besar lain yang bisa dijadikan perahu atau tongkang, kecuali atas seizin dari kejruen atau raja.
Tanda larangan lain yaitu dilarang memotong sebatang kayu dalam rimba yang sudah ditetak sedikit kulitnya dan di atasnya dililit akar kayu yang disangkut dengan daun-daun. Demikian juga, dilarang orang mengambil kayu yang sudah ditumpuk-tumpuk oleh seseorang yang di atasnya diletakkan sebuah batu. Batu itu berarti sebagai suatu tanda bahwa kayu yang bertumpuk itu telah ada yang punya. Panglima uteun memiliki kompetensi melakukan pengawasan penerapan larangan adat glee, agar semua larangan tersebut dilaksanakan oleh setiap orang.
Ketiga, panglima berfungsi sebagai pemungut wasee glee. Wasee glee adalah segala hasil hutan seperti cula badak, air madu, lebah, gading gajah, getah rambung (perca), sarang burung, rotan, kayu-kayuan bukan untuk rumah sendiri atu untuk dijual, damar, dan sebagainya. Besarnya wasee (cukai) adalah 10 % untuk raja.
Keempat, panglima berfungsi sebagai hakim dalam menyelesaikan setiap perselisihan dalam pelanggaran hukum adat glee. Dalam suatu perundingan, panglima uteun atau kejruen glee terlebih dahulu meminta dan mendengar semua keterangan dari para pawang glee, kemudian setelah itu kejruen glee memberi hukum atau keputusan.
Berdasarkan fungsi di atas dapat dipahami bahwa fungsi panglima uteun dalam masyarakat Aceh sangat strategis dalam hal pengelolaan lingkungan khususnya dalam hal pemanfaatan hutan dan hasilnya. Selanjutnya, dalam mengelola hutan adat untuk dijadikan ladang atau kebun (meuglee), sistem pengelolaannya berkaitan erat dengan adat seuneubok. Seuneubok adalah suatu wilayah baru di luar gampong (desa), yang pada mulanya berupa hutan adat yang dikemudian dijadikan kebun (ladang).
Pembukaan seuneubok harus selalu memperhatikan aspek lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi anggota seuneubok dan lingkungan hidup itu sendiri, terutama bagi perlindungan sumber kawasan air. Artinya dalam pembukaan seuneubok yang akan dijadikan kebun terdapat aturan-aturan yang telah dipahami dan dipraktekkan oleh masyarakat seperti larangan penebangan pohon dalam radius atau jarak tertentu.
Dalam rangka perlindungan sumber kawasan air dan sekaligus pengelolaan lingkungan hutan, terdapat beberapa larangan adat yang harus dipatuhi oleh setiap orang, yaitu:
Pertama, dalam jarak 1200 depa (kira-kira 600 meter) dari sumber mata air, danau, waduk, alue, dan lain-lain tidak boleh atau dilarang melakukan aktivitas penebangan pohon. Bahkan untuk kepentingan raja sekalipun tetap tidak boleh. Tetapi menanam pohon sangatlah dianjurkan.
Kedua, jarak 120 depa dari kiri-kanan sungai besar tidak boleh ditebang pohon, tidak boleh dimiliki, karena adalah milik adat yang manfaatnya juga untuk kepentingan bersama. Itu adalah untuk penyangga bencana dari datangnya banjir dan tanah longsor.
Ketiga, 60 depa dari kiri-kanan anak sungai (alue) tidak boleh ditebang pohon, namun menanamnya sangat dianjurkan sebagai milik bersama. Larangan ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian fungsi ekosistem kawasan sungai agar tidak terjadi banjir besar, karena air hujan yang deras diserap ke dalamnya dan terdapat dedaun yang menahan laju derasnya hujan hingga sampai kebawahpun air akan tertahan oleh tumpukan daun-daun yang mengendap jatuh hingga ke permukaan tanah.
Keempat tidak boleh ditebang pohon di puncak gunung dan daerah lereng yang terjal. Juga tidak boleh ditebang pohon dipinggiran jurang yang jaraknya kira-kira dua kali kedalaman jurang. Larangan ini dimaksudkan agar tidak terjadinya longsor yang dapat merusak lingkungan, dan dapat pula menimbulkan kerugian bagi manusia itu sendiri.
Selanjutnya dalam memilih lahan lokasi pembukaan kebun, menurut adat uteun dan adat seuneubok perlu juga dipertimbangkan posisi letak lahan berdasarkan kemiringan utara-selatannya sesuai dengan siklus edar cahaya matahari. Dalam pemilihan lokasi atau lahan untuk kebun juga bagi peruntukkan lahan untuk kepentingan lainnya perlu mempertimbangkan kearifan lokal yang dalam hadih maja dinyatakan dengan “Tanoh siheet ue timue pusaka jeurat, siheet ue barat pusaka papa, siheet ue tunong geulantan, dan siheet ue seulatan pusaka kaya. Yang mengandung arti “Tanah yang miring atau menghadap ke timur adalah pusaka untuk kuburan, miring ke barat pusaka untuk orang papa, miring ke utara tanah yang menang, dan miring ke selatan pusaka kaya. Berarti, menurut kerangka pikir orang Aceh tempo dulu lahan yang baik adalah lahan yang menghadap atau miringnya ke utara atau ke selatan.
Tunong adalah utara. Geulantan berarti kemenangan atau kejayaan. Sehingga, orang yang memiliki lahan dengan arah ke utara diasumsikan para penghuninya akan mendapat “keberkatan”. Orang yang diberi berkat adalah orang yang medapat kemenangan dan kebahagiaan. Sedangkan pemilik lahan dengan arah ke selatan adalah “pusaka kaya“, yang berarti, bakal menjadi kaya.
Selain tata cara memilih arah lahan, terutamanya untuk lokasi kebun, menurut adat uteun dan adat seuneubok dikenal pula beberapa pantangan yang meliputi:
Pertama, Pantangan Jambo. Artinya, jambo atau pondok (gubuk) untuk berteduh atau bermalam ataupun untuk dijadikan rumah, tidak boleh didirikan di tempat lintasan binatang buas dan makhluk halus penghuni rimba, dan bahan pondok tidak boleh menggunakan kayu bekas lilitan uroet karena dipercayai akan mengundang ular masuk ke pondok tersebut.
Kedua, Pantangan Darut (hama belalang). Dalam hal ini, para anggota seuneubok (para peladang) pantang menggantung kain pada pohon, meneutak parang pada tunggul pohon, dan menebas semak (ceumecah) dalam hujan. Semua pantangan ini tidak boleh dilanggar, karena kalau dilanggar, dipercaya akan mendatangkan wabah belalang, dimana jutaan belalang akan menyerbu kebun tersebut.
Ketiga, pantangan lainnya adalah dilarang berteriak-teriak sambil memanggil-manggil di ladang karena jika melanggar adat ini dipercaya akan dapat mendatangkan hama tikus, rusa, kijang, monyet dan landak. Inti dari larang ini adalah larangan ria dan bersenda gurau secara berlebihan.
8. Peutua Seuneubok
Peutua Seuneubok adalah ketua adat yang mengatur tentang pembukaan hutan, perladangan, perkebunan pada wilayah gunung, lembah-lembah dan menyelesaikan sengketa perebutan lahan dalam masyarakat adat Aceh.
9. Qadli
Qadli (kadli) adalah orang yang dipercayakan untuk memimpin pengadilan agama atau yang dipandang mengerti mengenai hukum agama pada tingkat kerajaan dan juga pada tingkat Nanggroe (negeri) yang disebut Kadli Uleebalang.
10. Syahbandar
Syahbandar adalah pejabat adat yang mengatur urusan kepelabuhanan, tambatan kapal/perahu, lalu lintas angkutan laut, sungai dan danau dalam masyarakat adat Aceh.
11. Syarifah
Syarifah merupakan salah satu gelar kehormatan yang diberikan kepada orang-orang yang merupakan bagian dari keturunan Nabi Muhammad SAW melalui cucu beliau, Hasan bin Ali dan Husain bin Ali, yang merupakan anak dari anak perempuan Nabi Muhammad SAW, Fatimah az-Zahra dan menantunya Ali bin Abi Thalib.
Untuk keturunan wanita mendapatkan gelar berupa Syarifah atau ada juga yang menyebutnya Sayyidah, Alawiyah atau Sharifah. Gelar Syarifah juga banyak kita temui di Aceh dan hampir di setiap kabupaten kota di Aceh.
12. Teuku
Teuku adalah gelar ningrat atau bangsawan untuk kaum pria suku Aceh yang memimpin wilayah nanggroe atau kenegerian. Teuku adalah seorang hulubalang atau ulee balang dalam bahasa Acehnya. Sama seperti tradisi budaya patrilineal lainnya, gelar Teuku dapat diperoleh seorang anak laki-laki, bilamana ayahnya juga bergelar Teuku. Seorang Teungku dapat pula berubah menjadi Teuku, apabila ia dialihkan dari jabatan keagamaan ke jabatan pemerintahan atau sebaliknya. Ada juga yang memakai 2 gelar sekaligus, misalnya Teungku Chik atau Teuku Pakeh. Chik dan Pakeh berarti Teuku. Istilah Ampon diberikan kepada mereka yang peranan atau jabatannya lebih menonjol dari Teuku-Teuku lainnya, gelar ini juga diturunkan. Banyak kekeliruan serta kesalah pahaman rakyat Indonesia dalam melafalkan atau menulis nama-nama tokoh Aceh, contohnya kesalahan dalam membedakan siapa yang Teuku dan Teungku, contoh:
Teuku Umar, bukan Teungku UmarTeungku Chik Di Tiro, bukan Teuku Chik Di Tiro
13. Teungku
Teungku di Aceh, menurut Snouck Hurgrunje (1985), dipergunakan untuk beberapa orang:
Pertama, sebutan untuk para leube atau leubei (lebai atau santri). Sebutan untuk kategori ini, juga termasuk untuk golongan yang bukan ulama, namun ia tekun melakukan ibadah maupun seorang haji yang telah menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah.Kedua, panggilan untuk orang malem. Malem berasal dari bahasa Arab, asal kata mualim, yang artinya guru. Orang yang disebut malem, memiliki pengetahuan mengenai kitab-kitab keagamaan, kalau di gampong-gampong umumnya kitab kuning. Teungku juga diperuntukkan bagi seorang alem (asal kata alim, bahasa Arab, berarti orang yang berilmu) yang telah melengkapi pendidikan agamanya.Ketiga, panggilan teungku juga diperuntukkan untuk prhttp://www.blogger.com/img/blank.gifia dan wanita yang memberi pengajaran dasar mengaji Al-Qur’an, baik di meunasah maupun di dayah. Biasanya, pengajaran dasar mengaji Al-Qur’an di gampong-gampong dilaksanakan sejak habis dzuhur sampai ashar, dan habis ashar sampai magrib.Keempat, teungku juga dimaksudkan sebagai panggilan untuk kadhi (kali) yang bertindak sebagai hakim agama dalam wilayah uleebalang. Sebutan terakhir ini sudah jarang ditemui, kecuali beberapa orang yang sudah cukup tua, yang memang pernah menjadi hakim agama masa dahulu.
14. Teungku Meunasah
Teungku Meunasah adalah orang yang dipercayakan untuk memimpin masalah-masalah yang berhubungan dengan keagamaan pada satu unit pemerintah Gampong (kampung).

Read more ►

Rencong Aceh

0 komentar
Rencong atau Rincong atau Rintjoeng adalah senjata pusaka bagi rakyat Aceh dan merupakan simbol keberanian,keperkasaan,pertahanan diri dan kepahlawanan aceh dari abad ke abad.Menurut salah satu sumber Rencong telah dikenal pada awal Islam Kesultanan di abad ke-13.



DIjaman Kerajaan Aceh Darussalam rencong ini tidak pernah lepas dari hampir setiap pinggang ( selalu diselipkan dipinggang depan ) rakyat Aceh yang rata-rata punya keberanian luar biasa baik pria maupun wanita karena rencong ini bagi orang Aceh ibarat tentara dengan bedilnya yang merupakan simbol keberanian,kebesaran,ketinggian martabat dan keperkasaan orang Aceh sehingga orang-orang portugis atau portugal harus berpikir panjang untuk mendekati orang Aceh.di masa ini Rencong mempunyai tingkatan yang menjadi ciri khas strata nasyarakat, untuk seorang Raj/Sulthan dan Ratu/Sulthanah untuk sarungnya terbuat dari gading dan untuk belatinya terbuat dari emas hingga sampai ke strata masyarakat bawah untuk sarung terbuat dari dari tanduk kerbau ataupun kayu dan untuk belati terbuat dari kuningan atau besi putih tergantung kemampuan ekonomi masing-masing.



Aceh sebagai sebuah kekuatan militer penting di dunia Melayu, dengan persenjataan yang sangat penting. Karena hubungan internasional dengan dunia barat, bentuk rencong juga mulai mengikuti perkembangannya, terutama Turki dan anak benua India.Rencong juga mempunyai kesamaan dengan blade yang dipakai oleh prajurit Turki di masa Sulthan Mahmud kerajaan Ottoman Turki dan juga Mughal scimitar dari beberapa orang dengan gaya rapiers dan daggers ( bahasa bule ) yang bergantung gantung dari ikat pinggangdi tembok gantung Madras, India tahun 1610-1620.

sumber Belanda Yang merujuk pada persenjataan Acehdi abad ke 14. Contoh persenjataan ini dapat dilihat dalam ilustrasi buku baik pada perang kolonial Belanda yang dihasilkan oleh Pusat Data Dokumentasi dan di Aceh pada tahun 1977.

Sebuah majalah artikel populer yang menyatakan bahwa bentuk rencong itu invented di Aceh pada abad 16 pada jaman Sultan AI Kahar,Sultan yang mempunyai hubungan dekat dengan Khalifah Turki Ottoman,disaat meminta bantuan untuk menyerang Portugis.

Menurut salah satu sumber juga,Pada abad ke 18 Tokoh pahlawan sastra Pocut Muhammad untuk memerintahkan membuat rencong sebanyak-banyak karena persediaan baja yang menumpuk,rencong ini dapat dilihat di Museum Praha, Ceko.Rencong yang paling berharga dari abad ke 19 dengan ukiran huruf Arab ada di museum Jakarta .

Di masa lalu,simbolisme Islam dari rencong telah dihubungkan dengan Perang Suci atau jihad.dengan kekuatan senjata ditangan dan keyakinan pada kuasa Allah. Rencong seperti memiliki kekuatan yang ghaib.sehingga si masyarakat Aceh sangat terkenal pepatah :

"Tatob ngon reuncong jeuet Ion peu-ubat, nyang saket yang tapansie Haba."

Di masa Aceh mengusir Portugis dari seluruh tanah sumatra dan tanah malaka serta masa penjajahan Belanda rencong merupakan senjata yang mematikan disamping pedang dan bedil yang digunakan di medan perang, tidak hanya oleh para Sulthan,Laksamana,Pang, Pang sagoe, Uleebalang,Teuku,Teungku Agam,Sayed,HabibCut Ampon ,Cut Abang ( para kaum pria ) namun juga oleh Teungku Inong,Syarifah,Cut Kak, Cut Adoe,Cut Putroe, Cut Nyak ( kaum wanita ). Senjata ini diselipkan di pinggang depan setiap pria dan wanita perkasa Aceh sebagai penanda Keperkasaan dan ketinggian martabat, sekaligus simbol pertahanan diri, keberanian, kebesaran, dan kepahlawanan ketika melawan penjajah Belanda.

Dalam perjuangan dan pertempuran melawan Portugis dan Belanda, sejarah mencatat nama-nama besar pahlawan-pahlawan dan srikandi Aceh, seperti Tgk Umar,Panglima Polem,Teungku Chik DitiroLaksamana Malahayati,Pocut Meurah IntanPocut BarenCut Nyak DhienCut Meutia, dan Teungku Fakinah yang tidak melepaskan rencong dari pinggangnya.

Rencong memiliki makna filosofi religius dan keislaman, Gagangnya yang berbetuk huruf Arab diambil dari padanan kata Bismillah. Padanan kata itu bisa dilihat pada gagang yang melekuk kemudian menebal pada bagian sikunya. Gagang rencong berbentuk huruf BA,gagang tempat genggaman merupakan aksara SIN, lancip yang menurun ke bawah pada pangkal besi dekat gagangnya merupakan aksara MIM, Pangkal besi lancip di dekat gagang yang erupai lajur-lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya melambangkan aksara LAM ,Bagian bawah sarung memiliki bentuk huruf HA, sehingga keseluruhan hurup "BA, SIN, MIM, LAM, HA", susunan huruf yang terbaca membentuk kalimat Bismillah.Ini merupakan lambang yang memperlihatkan karakteristik masyarakat Aceh yang sangat berpegang teguh pada kemuliaan ajaran Islam.


Secara umum rencong atau Rincong yang menjadi senjata andalan dalam sejarah masyarakat Aceh dikenal, ada 5 macam yaitu :

1. RIncong Meucugek :



Mengapa disebut rincong meucugek karena pada gagang rencong tersebut terdapat suatu cugek atau meucugek ( dalam istilah Aceh )seperti bentuk panahan dan perekat.

2. Rincong Pudoi :

Dalam masyarakat Aceh istilah pudoi berarti belum sempurna alias masih ada kekurangan. kekurangannya dapat dilihat pada bentuk gagang rencong tersebut.

3. Rincong Meupucok :

Keunikan dari Rincong ini memiliki pucuk di atas gagangnya yang terbuat dari ukiran dari gading atau emas. Bagian pangkal gagang dihiasi emas bermotif pucok rebung/tumpal yang diberi permata ditampuk gagang,keseluruhan panjang rencong ini lebih kurang 30 cm.bilah terbuat dari besi putih.sarungnya dibuat dari gading serta diberi ikatan dengan emas.

4. Rincong hulu puntong



Keunikan dari Rincong puntong pada Hulu Puntung, dengan belati yang ditempa dengan loga, kepala Rencong dari tanduk kerbau dan sarung dari kayu.

5. Rincong Meukure:

Rincong ini mempunyai perbedaa dengan yang lain pada mata rincong yang diberi hiasan tertentu seperti gambar bunga,ular,lipan dan sejenisnya.

seiring perjalanan waktu senjata Rencong semenjank Aceh bergabung dengan Indonesia sampai sekarang perlahan-perlahan pusaka ini berubah fungsi hanya menjadi barang suvernir atau cenderamata dan pelengkap pakaian adat Aceh pengantin pria.



Semoga Pemerintah daerah dapat menyelamatkan dan melestarikan asset sejarah Aceh dari abad ke abad ysng sangat berharga ini, kalau pusaka ini tidak berharga Aceh tidak akan digelar dengan ACEH TANOH RINCONG.
Read more ►

Peudeung - Senjata Tradisional Aceh

1 komentar


Peudeung atau Pedang digunakan sebagai senjata untuk menyerang.Jika rencong digunakan untuk menikam,maka pedang digunakan beriringan dengan itu,yaitu sebagai senjata untuk mentetak atau mencincang.Berdasarkan daerah asal pedang,di Aceh dikenal beberapa macam pedang yaitu peudeung Habsyah (dari Negara Abbesinia),Peudeung Poertugis (dari Eropa Barat),Peudeung Turki berasal dari raja-raja Turki.
Read more ►

kuah pliek u ..kuah favorite masakan Aceh

0 komentar
Sajian dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam sarat dengan bumbu dan rempah pekat. Pada umumnya cita rasa sajiannya mirip cita rasa dari dapur India. Mungkin karena pengaruh kedatangan pedagang dari Gujarat, India, pada zaman dulu. Rempah daun yang banyak dipakai di dapur Aceh adalah daun salam koja yang dikenal pula dengan istilah daun temurui. Biasanya orang Aceh menanam sendiri daun rempah ini di halaman rumah mereka. Sebab, daun salam koja hanya bisa diperoleh di pasar tradisional di pedagang khusus.
Read more ►

Alat Musik Tradisional Di Aceh

0 komentar
sebagai bagian dari masyarakat Aceh , kita harus mengetahui sejarah termasuk alat-alat musik yang ada di Aceh yang sudah ada sejak dari jaman Kerajaan Jeumpa Aceh,Kerajaan Aceh Darussalam hingga jaman Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam seperti yang saya kutip dari saudara/i Yuhuuami. Adapun sampai saat ini alat musik yang sudah diketahui yang berlaku dalam masyarakat Aceh dari zaman endatu sampai sekarang ada 10 macam : 
Read more ►

Hadih Maja (Petuah Aceh)

0 komentar

:: Ali Imran : 103

Tameubrie saleum Nabi kheun sunat
Jaroe tamumat tanda mulia
Meumat jaroe deungen khideumat
Nyan keuh alamat tanda bahgia
Meumat jaroe makna jih lee that
Damee alamat peukab syedara
---------------------------------------
Memberi salam sabda Nabi adalah sunat
Berjabat tangan tanda mulia
Berjabat tangan dengan khidmat
Itu maklumat tanda bahagia
Berjabat tangan banyak artinya
Tanda berdamai menjalin saudara



:: al-Baqarah : 190

Peutheun agama jeut tameuprang
Meunan fireuman Allah ta'ala
Kheun Agama beek tapeuwayang
Ureung taloe prang beuget tajaga
---------------------------------------
Mempertahankan agama boleh berperang
Begituah firman Allah ta'ala
Pesan agama jangan dilanggar
Yang kalah perang haruslah dijaga



:: Ali Imran : 190-191

Ureung areh han tom kanjai
Ureung Meu-akai han tom binasa
---------------------------------------
Orang yang berilmu tidak akan pernah hina
Orang berfikir tidak akan pernah binasa



:: Beberapa Hadits

Ujo teumeu`a riya teukabo
Di sinan yang lee ureung binasa
Bala ta saba nikmat ta syuko
Di sinan yang le ureung bahagia
---------------------------------------
Sombong tamak pamer takabbur
Itulah penyebab orang binasa
Sabar akan musibah mensyukuri nikma
tFaktor utama orang bahagia



:: Ayat dan Hadits

Bak buet salah beutamalee
Perrintah guree bak get tajaga
Meunyoe ka salah meu-'ah ta lakee
Akhirat teuntee gata bahgia
---------------------------------------
Berbuat salah haruslah malu
Nasehat guru mesti dijaga
Kalau bersalah maaf mintalah selalu
Akhirat tentu anda bahagia



:: al-Kahfi : 28

Berangkapeu buet tapike dilee
Ôh ka malee keupeu lom guna
---------------
Semua tindakan pikirlah dulu
Kalau sudah malu tiada berguna



:: Yusuf : 84

Bijeeh bek leumah kulet
Peunyakeet bek leumah nyata
Adak sakeet bah di dalam
Bek hiram bak ie muka
---------------------------------------
Bibit jangan nampak kulit
Penyakit jangan sampai kentara
Rasa sakit simpanlah di dalam
Jangan kelihatan di air muka



:: asy-Syura : 37

Meunyoe jirhoem ngen bajoe
Bek tabalah ngen nuga
Meunyoe jirhoem ngen tumpoe
Tabalah ngen asoe kaya
---------------------------------------
Kalau dilempari dengan pasak
Jangan membalas dengan palu
Kalau diberikan tempoyak
Balaslah dengan srikaya



:: Ayat dan Hadits

Bek tadeungoe haba croet-brot
Geuntanyoe goet-goet jeut binasa
---------------------------------------
Jangan memperturut berita gosip
Sahabat karib jadi binasa
Read more ►
 

Copyright © Hidupku Inspirasiku Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger