Sabtu, 15 Desember 2012

DOSEN TIDAK MASUK

0 komentar

Pagi itu, saat matahari mulai menampakkan bias cahayanya yang lembut menusuk tubuh. Seperti biasanya satu demi satu mahasiswa Fakultas Pertanian (UNIVERSITAS ALMUSLIM) berdatangan mengisi ruangan kelas yang sedikit berantakan.
Ada yang datang dengan binar wajah yang cerah, ada pula yang kusam dan sedikit berantakan.
Pagi itu jam menunjukkan pukul 07.45, ruangan kelas hampir penuh. Sembari menunggu si empunya mata kuliah, mahasiswa melakukan kesibukan-kesibukan sendiri.
Read more ►

Kamis, 13 Desember 2012

Beda Sekolah Dan Kehidupan

0 komentar

Perbedaan antara sekolah dan kehidupan, di sekolah kita belajar lalu diuji. Sebaliknya dalam kehidupan kita diberi ujian yang memberi kita pelajaran.
The difference between school and life? In school, you’re taught a lesson and then given a test. In life, you’re given a test that teaches you a lesson.
Read more ►

Artis dan Mesin Uang

0 komentar

Artis itu bukan sebuah mesin, tetapi seringkali diperlakukan seperti mesin, sebuah mesin penghasil uang.
An actress is not a machine, but they treat you like a machine. A money machine.
Read more ►

Rabu, 12 Desember 2012

Adat dan Hukum dalam Kearifan Ureueng Aceh

0 komentar

Sejak dahulu orang Aceh sudah hidup berkel­ompok. Mereka saling berinteraksi sesama dan membentuk komunitas dengan pola hidup yang khas. Kekhasan itu tercermin dalam berba­gai hadih maja yang berkaitan dengan strata ke­masyarakatan dan pola hubungan antarorang dalam masyarakat tersebut.
Sebagai sebuah masyarakat yang Islami, strata dan sistem organisasi dalam masyarakat Aceh dibangun berdasarkan konsep pemerintahan yang bernuansa Islami, bersyariat, dalam hal ini syariat Islam. Karena itu, sejak dahulu sudah ada ungkapan, “Nanggroe meusyara’, lampôh meupageue, umong meuateueng, ureueng meunama.” ‘Negeri bersyarak, kebun berpa­gar, sawah berpematang, orang bernama’.
Hadih maja ini menyiratkan bahwa sebuah komuni­tas mestilah memiliki kaidah, hukum, konvensi, dan batasan-batasan tertentu. Hal ini sangat berguna dalam rangka membangun sebuah kehidupan yang harmonis.
Read more ►

Selasa, 11 Desember 2012

CUT gelar kebangsawan untuk wanita Aceh

0 komentar
Di Aceh terdapat banyak gelar-gelar suku / bangsawan di antaranya:

1. Cut
Cut adalah salah satu gelar kebangsawanan di Aceh yang diperuntukkan untuk kaum perempuan. Gelar ini diturunkan sampai ke anak cucunya jika perempuan bangsawan tersebut menikah dengan laki-laki dari kalangan bangsawan juga, yang lazim disebut dengan “Teuku”.
2. Haria Peukan
Haria Peukan adalah pejabat adat yang mengatur ketertiban, kebersihan pasar dan pengutip retribusi dalam masyarakat adat Aceh.
3. Imum Mukim
Imum Mukim adalah orang yang dipercayakan untuk mengurusi masalah keagamaan pada tingkat pemerintahan mukim (pemerintahan mukim terdiri dari beberapa gampoeng), yang bertindak sebagai imam sembahyang pada setiap hari Jumat di sebuah mesjid pada wilayah mukim yang bersangkutan.
4. Laksamana
Laksamana adalah istilah dalam Bahasa Indonesia yang berasal dari Bahasa Melayu, yaitu panglima tertinggi di laut. Seperti halnya digunakan pada masa Sultan Iskandar Muda (1593-1636), di Kesultanan Samudera Pasai (Aceh) yang memiliki seorang panglima angkatan laut perempuan bernama Laksamana Malahayati. Hang Tuah, yang diduga berasal dari Kepulauan Riau, dihikayatkan dalam Sastra Melayu menjadi seorang laksamana di Kerajaan Malaka pada abad ke-14.
5. Meurah
Meurah adalah gelar raja-raja di Aceh sebelum datangnya agama Islam. Dalam bahasa Gayo disebut Marah, seperti Marah Silu yang merupakan pendiri kerajaan Samudera Pasai. Contoh lainnya adalah putra Sultan Iskandar Muda digelari dengan Meurah Pupok. Setelah datangnya agama Islam, setiap raja Aceh berganti gelar menjadi Sultan.
6. Panglima Laôt
Panglima Laôt (atau Panglima Laut) merupakan suatu struktur adat di kalangan masyarakat nelayan di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang bertugas memimpin persekutuan adat pengelola Hukôm Adat Laôt. Hukôm Adat Laôt dikembangkan berbasis syariah Islam dan mengatur tata cara penangkapan ikan di laut (meupayang), menetapkan waktu penangkapan ikan di laut, melaksanakan ketentuan-ketentuan adat dan mengelola upacara-upacara adat kenelayanan, menyelesaikan perselisihan antar nelayan serta menjadi penghubung antara nelayan dengan penguasa (dulu uleebalang, sekarang pemerintah daerah).
7. Panglima Uteun
Tradisi pengelolaan hutan yang arif bijaksana telah dipraktekkan secara turun temurun dalam masyarakat Aceh. Hal ini diselenggarakan melalui lembaga adat uteun yang dipimpin oleh Panglima Uteun. Panglima Uteun merupakan unsur pemerintahan mukim yang bertanggungjawab kepada Imum Mukim. Khazanah adat budaya ini masih melekat dalam kehidupan sebagian masyarakat Aceh sebagai sebuah kearifan lokal yang masih ada terutama pada kemukiman yang wilayahnya berdekatan dengan kawasan hutan.
Dalam literatur lama diterangkan bahwa beberapa fungsi utama yang harus dilakukan oleh Panglima Uteun adalah:
Pertama, menyelenggarakan adat glee. Panglima uteun merupakan pihak yang memiliki otoritas menegakkan norma-norma adat yang berkaitan dengan bagaimana etika memasuki dan mengelola hutan adat (meuglee). Pangima Uteun atau Pawang Glee (bawahan Panglima Uteun atau Kejruen Glee) memberi nasihat dalam mengelola dan memanfaatkan hutan. Nasehat tersebut berisikan tatanan normatif apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kaitannya dengan pengurusan hutan adat. Selain itu, disampaikan pula petunjuk perjalanan dalam hutan sehingga jangan sampai orang tersesat, atau mendapat gangguan dari jin dan binatang-binatang buas lainnya.
Kedua, mengawasi dan menerapkan larangan adat glee. Dalam pengurusan hutan dilarang memotong pohon tualang, kemuning, keutapang, glumpang, beringin dan kayu-kayu besar lainnya dalam rimba yang dianggap sebagai tempat bersarang lebah. Ini merupakan pantangan umum, yang apabila dilanggar dapat merugikan orang banyak, karena siapa saja boleh mengambil madu yang bersarang di pohon-pohon besar itu. Dilarang memotong kayu-kayu meudang ara, bunga merbau, dan kayu-kayu besar lain yang bisa dijadikan perahu atau tongkang, kecuali atas seizin dari kejruen atau raja.
Tanda larangan lain yaitu dilarang memotong sebatang kayu dalam rimba yang sudah ditetak sedikit kulitnya dan di atasnya dililit akar kayu yang disangkut dengan daun-daun. Demikian juga, dilarang orang mengambil kayu yang sudah ditumpuk-tumpuk oleh seseorang yang di atasnya diletakkan sebuah batu. Batu itu berarti sebagai suatu tanda bahwa kayu yang bertumpuk itu telah ada yang punya. Panglima uteun memiliki kompetensi melakukan pengawasan penerapan larangan adat glee, agar semua larangan tersebut dilaksanakan oleh setiap orang.
Ketiga, panglima berfungsi sebagai pemungut wasee glee. Wasee glee adalah segala hasil hutan seperti cula badak, air madu, lebah, gading gajah, getah rambung (perca), sarang burung, rotan, kayu-kayuan bukan untuk rumah sendiri atu untuk dijual, damar, dan sebagainya. Besarnya wasee (cukai) adalah 10 % untuk raja.
Keempat, panglima berfungsi sebagai hakim dalam menyelesaikan setiap perselisihan dalam pelanggaran hukum adat glee. Dalam suatu perundingan, panglima uteun atau kejruen glee terlebih dahulu meminta dan mendengar semua keterangan dari para pawang glee, kemudian setelah itu kejruen glee memberi hukum atau keputusan.
Berdasarkan fungsi di atas dapat dipahami bahwa fungsi panglima uteun dalam masyarakat Aceh sangat strategis dalam hal pengelolaan lingkungan khususnya dalam hal pemanfaatan hutan dan hasilnya. Selanjutnya, dalam mengelola hutan adat untuk dijadikan ladang atau kebun (meuglee), sistem pengelolaannya berkaitan erat dengan adat seuneubok. Seuneubok adalah suatu wilayah baru di luar gampong (desa), yang pada mulanya berupa hutan adat yang dikemudian dijadikan kebun (ladang).
Pembukaan seuneubok harus selalu memperhatikan aspek lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi anggota seuneubok dan lingkungan hidup itu sendiri, terutama bagi perlindungan sumber kawasan air. Artinya dalam pembukaan seuneubok yang akan dijadikan kebun terdapat aturan-aturan yang telah dipahami dan dipraktekkan oleh masyarakat seperti larangan penebangan pohon dalam radius atau jarak tertentu.
Dalam rangka perlindungan sumber kawasan air dan sekaligus pengelolaan lingkungan hutan, terdapat beberapa larangan adat yang harus dipatuhi oleh setiap orang, yaitu:
Pertama, dalam jarak 1200 depa (kira-kira 600 meter) dari sumber mata air, danau, waduk, alue, dan lain-lain tidak boleh atau dilarang melakukan aktivitas penebangan pohon. Bahkan untuk kepentingan raja sekalipun tetap tidak boleh. Tetapi menanam pohon sangatlah dianjurkan.
Kedua, jarak 120 depa dari kiri-kanan sungai besar tidak boleh ditebang pohon, tidak boleh dimiliki, karena adalah milik adat yang manfaatnya juga untuk kepentingan bersama. Itu adalah untuk penyangga bencana dari datangnya banjir dan tanah longsor.
Ketiga, 60 depa dari kiri-kanan anak sungai (alue) tidak boleh ditebang pohon, namun menanamnya sangat dianjurkan sebagai milik bersama. Larangan ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian fungsi ekosistem kawasan sungai agar tidak terjadi banjir besar, karena air hujan yang deras diserap ke dalamnya dan terdapat dedaun yang menahan laju derasnya hujan hingga sampai kebawahpun air akan tertahan oleh tumpukan daun-daun yang mengendap jatuh hingga ke permukaan tanah.
Keempat tidak boleh ditebang pohon di puncak gunung dan daerah lereng yang terjal. Juga tidak boleh ditebang pohon dipinggiran jurang yang jaraknya kira-kira dua kali kedalaman jurang. Larangan ini dimaksudkan agar tidak terjadinya longsor yang dapat merusak lingkungan, dan dapat pula menimbulkan kerugian bagi manusia itu sendiri.
Selanjutnya dalam memilih lahan lokasi pembukaan kebun, menurut adat uteun dan adat seuneubok perlu juga dipertimbangkan posisi letak lahan berdasarkan kemiringan utara-selatannya sesuai dengan siklus edar cahaya matahari. Dalam pemilihan lokasi atau lahan untuk kebun juga bagi peruntukkan lahan untuk kepentingan lainnya perlu mempertimbangkan kearifan lokal yang dalam hadih maja dinyatakan dengan “Tanoh siheet ue timue pusaka jeurat, siheet ue barat pusaka papa, siheet ue tunong geulantan, dan siheet ue seulatan pusaka kaya. Yang mengandung arti “Tanah yang miring atau menghadap ke timur adalah pusaka untuk kuburan, miring ke barat pusaka untuk orang papa, miring ke utara tanah yang menang, dan miring ke selatan pusaka kaya. Berarti, menurut kerangka pikir orang Aceh tempo dulu lahan yang baik adalah lahan yang menghadap atau miringnya ke utara atau ke selatan.
Tunong adalah utara. Geulantan berarti kemenangan atau kejayaan. Sehingga, orang yang memiliki lahan dengan arah ke utara diasumsikan para penghuninya akan mendapat “keberkatan”. Orang yang diberi berkat adalah orang yang medapat kemenangan dan kebahagiaan. Sedangkan pemilik lahan dengan arah ke selatan adalah “pusaka kaya“, yang berarti, bakal menjadi kaya.
Selain tata cara memilih arah lahan, terutamanya untuk lokasi kebun, menurut adat uteun dan adat seuneubok dikenal pula beberapa pantangan yang meliputi:
Pertama, Pantangan Jambo. Artinya, jambo atau pondok (gubuk) untuk berteduh atau bermalam ataupun untuk dijadikan rumah, tidak boleh didirikan di tempat lintasan binatang buas dan makhluk halus penghuni rimba, dan bahan pondok tidak boleh menggunakan kayu bekas lilitan uroet karena dipercayai akan mengundang ular masuk ke pondok tersebut.
Kedua, Pantangan Darut (hama belalang). Dalam hal ini, para anggota seuneubok (para peladang) pantang menggantung kain pada pohon, meneutak parang pada tunggul pohon, dan menebas semak (ceumecah) dalam hujan. Semua pantangan ini tidak boleh dilanggar, karena kalau dilanggar, dipercaya akan mendatangkan wabah belalang, dimana jutaan belalang akan menyerbu kebun tersebut.
Ketiga, pantangan lainnya adalah dilarang berteriak-teriak sambil memanggil-manggil di ladang karena jika melanggar adat ini dipercaya akan dapat mendatangkan hama tikus, rusa, kijang, monyet dan landak. Inti dari larang ini adalah larangan ria dan bersenda gurau secara berlebihan.
8. Peutua Seuneubok
Peutua Seuneubok adalah ketua adat yang mengatur tentang pembukaan hutan, perladangan, perkebunan pada wilayah gunung, lembah-lembah dan menyelesaikan sengketa perebutan lahan dalam masyarakat adat Aceh.
9. Qadli
Qadli (kadli) adalah orang yang dipercayakan untuk memimpin pengadilan agama atau yang dipandang mengerti mengenai hukum agama pada tingkat kerajaan dan juga pada tingkat Nanggroe (negeri) yang disebut Kadli Uleebalang.
10. Syahbandar
Syahbandar adalah pejabat adat yang mengatur urusan kepelabuhanan, tambatan kapal/perahu, lalu lintas angkutan laut, sungai dan danau dalam masyarakat adat Aceh.
11. Syarifah
Syarifah merupakan salah satu gelar kehormatan yang diberikan kepada orang-orang yang merupakan bagian dari keturunan Nabi Muhammad SAW melalui cucu beliau, Hasan bin Ali dan Husain bin Ali, yang merupakan anak dari anak perempuan Nabi Muhammad SAW, Fatimah az-Zahra dan menantunya Ali bin Abi Thalib.
Untuk keturunan wanita mendapatkan gelar berupa Syarifah atau ada juga yang menyebutnya Sayyidah, Alawiyah atau Sharifah. Gelar Syarifah juga banyak kita temui di Aceh dan hampir di setiap kabupaten kota di Aceh.
12. Teuku
Teuku adalah gelar ningrat atau bangsawan untuk kaum pria suku Aceh yang memimpin wilayah nanggroe atau kenegerian. Teuku adalah seorang hulubalang atau ulee balang dalam bahasa Acehnya. Sama seperti tradisi budaya patrilineal lainnya, gelar Teuku dapat diperoleh seorang anak laki-laki, bilamana ayahnya juga bergelar Teuku. Seorang Teungku dapat pula berubah menjadi Teuku, apabila ia dialihkan dari jabatan keagamaan ke jabatan pemerintahan atau sebaliknya. Ada juga yang memakai 2 gelar sekaligus, misalnya Teungku Chik atau Teuku Pakeh. Chik dan Pakeh berarti Teuku. Istilah Ampon diberikan kepada mereka yang peranan atau jabatannya lebih menonjol dari Teuku-Teuku lainnya, gelar ini juga diturunkan. Banyak kekeliruan serta kesalah pahaman rakyat Indonesia dalam melafalkan atau menulis nama-nama tokoh Aceh, contohnya kesalahan dalam membedakan siapa yang Teuku dan Teungku, contoh:
Teuku Umar, bukan Teungku UmarTeungku Chik Di Tiro, bukan Teuku Chik Di Tiro
13. Teungku
Teungku di Aceh, menurut Snouck Hurgrunje (1985), dipergunakan untuk beberapa orang:
Pertama, sebutan untuk para leube atau leubei (lebai atau santri). Sebutan untuk kategori ini, juga termasuk untuk golongan yang bukan ulama, namun ia tekun melakukan ibadah maupun seorang haji yang telah menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah.Kedua, panggilan untuk orang malem. Malem berasal dari bahasa Arab, asal kata mualim, yang artinya guru. Orang yang disebut malem, memiliki pengetahuan mengenai kitab-kitab keagamaan, kalau di gampong-gampong umumnya kitab kuning. Teungku juga diperuntukkan bagi seorang alem (asal kata alim, bahasa Arab, berarti orang yang berilmu) yang telah melengkapi pendidikan agamanya.Ketiga, panggilan teungku juga diperuntukkan untuk prhttp://www.blogger.com/img/blank.gifia dan wanita yang memberi pengajaran dasar mengaji Al-Qur’an, baik di meunasah maupun di dayah. Biasanya, pengajaran dasar mengaji Al-Qur’an di gampong-gampong dilaksanakan sejak habis dzuhur sampai ashar, dan habis ashar sampai magrib.Keempat, teungku juga dimaksudkan sebagai panggilan untuk kadhi (kali) yang bertindak sebagai hakim agama dalam wilayah uleebalang. Sebutan terakhir ini sudah jarang ditemui, kecuali beberapa orang yang sudah cukup tua, yang memang pernah menjadi hakim agama masa dahulu.
14. Teungku Meunasah
Teungku Meunasah adalah orang yang dipercayakan untuk memimpin masalah-masalah yang berhubungan dengan keagamaan pada satu unit pemerintah Gampong (kampung).

Read more ►

Rencong Aceh

0 komentar
Rencong atau Rincong atau Rintjoeng adalah senjata pusaka bagi rakyat Aceh dan merupakan simbol keberanian,keperkasaan,pertahanan diri dan kepahlawanan aceh dari abad ke abad.Menurut salah satu sumber Rencong telah dikenal pada awal Islam Kesultanan di abad ke-13.



DIjaman Kerajaan Aceh Darussalam rencong ini tidak pernah lepas dari hampir setiap pinggang ( selalu diselipkan dipinggang depan ) rakyat Aceh yang rata-rata punya keberanian luar biasa baik pria maupun wanita karena rencong ini bagi orang Aceh ibarat tentara dengan bedilnya yang merupakan simbol keberanian,kebesaran,ketinggian martabat dan keperkasaan orang Aceh sehingga orang-orang portugis atau portugal harus berpikir panjang untuk mendekati orang Aceh.di masa ini Rencong mempunyai tingkatan yang menjadi ciri khas strata nasyarakat, untuk seorang Raj/Sulthan dan Ratu/Sulthanah untuk sarungnya terbuat dari gading dan untuk belatinya terbuat dari emas hingga sampai ke strata masyarakat bawah untuk sarung terbuat dari dari tanduk kerbau ataupun kayu dan untuk belati terbuat dari kuningan atau besi putih tergantung kemampuan ekonomi masing-masing.



Aceh sebagai sebuah kekuatan militer penting di dunia Melayu, dengan persenjataan yang sangat penting. Karena hubungan internasional dengan dunia barat, bentuk rencong juga mulai mengikuti perkembangannya, terutama Turki dan anak benua India.Rencong juga mempunyai kesamaan dengan blade yang dipakai oleh prajurit Turki di masa Sulthan Mahmud kerajaan Ottoman Turki dan juga Mughal scimitar dari beberapa orang dengan gaya rapiers dan daggers ( bahasa bule ) yang bergantung gantung dari ikat pinggangdi tembok gantung Madras, India tahun 1610-1620.

sumber Belanda Yang merujuk pada persenjataan Acehdi abad ke 14. Contoh persenjataan ini dapat dilihat dalam ilustrasi buku baik pada perang kolonial Belanda yang dihasilkan oleh Pusat Data Dokumentasi dan di Aceh pada tahun 1977.

Sebuah majalah artikel populer yang menyatakan bahwa bentuk rencong itu invented di Aceh pada abad 16 pada jaman Sultan AI Kahar,Sultan yang mempunyai hubungan dekat dengan Khalifah Turki Ottoman,disaat meminta bantuan untuk menyerang Portugis.

Menurut salah satu sumber juga,Pada abad ke 18 Tokoh pahlawan sastra Pocut Muhammad untuk memerintahkan membuat rencong sebanyak-banyak karena persediaan baja yang menumpuk,rencong ini dapat dilihat di Museum Praha, Ceko.Rencong yang paling berharga dari abad ke 19 dengan ukiran huruf Arab ada di museum Jakarta .

Di masa lalu,simbolisme Islam dari rencong telah dihubungkan dengan Perang Suci atau jihad.dengan kekuatan senjata ditangan dan keyakinan pada kuasa Allah. Rencong seperti memiliki kekuatan yang ghaib.sehingga si masyarakat Aceh sangat terkenal pepatah :

"Tatob ngon reuncong jeuet Ion peu-ubat, nyang saket yang tapansie Haba."

Di masa Aceh mengusir Portugis dari seluruh tanah sumatra dan tanah malaka serta masa penjajahan Belanda rencong merupakan senjata yang mematikan disamping pedang dan bedil yang digunakan di medan perang, tidak hanya oleh para Sulthan,Laksamana,Pang, Pang sagoe, Uleebalang,Teuku,Teungku Agam,Sayed,HabibCut Ampon ,Cut Abang ( para kaum pria ) namun juga oleh Teungku Inong,Syarifah,Cut Kak, Cut Adoe,Cut Putroe, Cut Nyak ( kaum wanita ). Senjata ini diselipkan di pinggang depan setiap pria dan wanita perkasa Aceh sebagai penanda Keperkasaan dan ketinggian martabat, sekaligus simbol pertahanan diri, keberanian, kebesaran, dan kepahlawanan ketika melawan penjajah Belanda.

Dalam perjuangan dan pertempuran melawan Portugis dan Belanda, sejarah mencatat nama-nama besar pahlawan-pahlawan dan srikandi Aceh, seperti Tgk Umar,Panglima Polem,Teungku Chik DitiroLaksamana Malahayati,Pocut Meurah IntanPocut BarenCut Nyak DhienCut Meutia, dan Teungku Fakinah yang tidak melepaskan rencong dari pinggangnya.

Rencong memiliki makna filosofi religius dan keislaman, Gagangnya yang berbetuk huruf Arab diambil dari padanan kata Bismillah. Padanan kata itu bisa dilihat pada gagang yang melekuk kemudian menebal pada bagian sikunya. Gagang rencong berbentuk huruf BA,gagang tempat genggaman merupakan aksara SIN, lancip yang menurun ke bawah pada pangkal besi dekat gagangnya merupakan aksara MIM, Pangkal besi lancip di dekat gagang yang erupai lajur-lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya melambangkan aksara LAM ,Bagian bawah sarung memiliki bentuk huruf HA, sehingga keseluruhan hurup "BA, SIN, MIM, LAM, HA", susunan huruf yang terbaca membentuk kalimat Bismillah.Ini merupakan lambang yang memperlihatkan karakteristik masyarakat Aceh yang sangat berpegang teguh pada kemuliaan ajaran Islam.


Secara umum rencong atau Rincong yang menjadi senjata andalan dalam sejarah masyarakat Aceh dikenal, ada 5 macam yaitu :

1. RIncong Meucugek :



Mengapa disebut rincong meucugek karena pada gagang rencong tersebut terdapat suatu cugek atau meucugek ( dalam istilah Aceh )seperti bentuk panahan dan perekat.

2. Rincong Pudoi :

Dalam masyarakat Aceh istilah pudoi berarti belum sempurna alias masih ada kekurangan. kekurangannya dapat dilihat pada bentuk gagang rencong tersebut.

3. Rincong Meupucok :

Keunikan dari Rincong ini memiliki pucuk di atas gagangnya yang terbuat dari ukiran dari gading atau emas. Bagian pangkal gagang dihiasi emas bermotif pucok rebung/tumpal yang diberi permata ditampuk gagang,keseluruhan panjang rencong ini lebih kurang 30 cm.bilah terbuat dari besi putih.sarungnya dibuat dari gading serta diberi ikatan dengan emas.

4. Rincong hulu puntong



Keunikan dari Rincong puntong pada Hulu Puntung, dengan belati yang ditempa dengan loga, kepala Rencong dari tanduk kerbau dan sarung dari kayu.

5. Rincong Meukure:

Rincong ini mempunyai perbedaa dengan yang lain pada mata rincong yang diberi hiasan tertentu seperti gambar bunga,ular,lipan dan sejenisnya.

seiring perjalanan waktu senjata Rencong semenjank Aceh bergabung dengan Indonesia sampai sekarang perlahan-perlahan pusaka ini berubah fungsi hanya menjadi barang suvernir atau cenderamata dan pelengkap pakaian adat Aceh pengantin pria.



Semoga Pemerintah daerah dapat menyelamatkan dan melestarikan asset sejarah Aceh dari abad ke abad ysng sangat berharga ini, kalau pusaka ini tidak berharga Aceh tidak akan digelar dengan ACEH TANOH RINCONG.
Read more ►

Peudeung - Senjata Tradisional Aceh

1 komentar


Peudeung atau Pedang digunakan sebagai senjata untuk menyerang.Jika rencong digunakan untuk menikam,maka pedang digunakan beriringan dengan itu,yaitu sebagai senjata untuk mentetak atau mencincang.Berdasarkan daerah asal pedang,di Aceh dikenal beberapa macam pedang yaitu peudeung Habsyah (dari Negara Abbesinia),Peudeung Poertugis (dari Eropa Barat),Peudeung Turki berasal dari raja-raja Turki.
Read more ►

kuah pliek u ..kuah favorite masakan Aceh

0 komentar
Sajian dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam sarat dengan bumbu dan rempah pekat. Pada umumnya cita rasa sajiannya mirip cita rasa dari dapur India. Mungkin karena pengaruh kedatangan pedagang dari Gujarat, India, pada zaman dulu. Rempah daun yang banyak dipakai di dapur Aceh adalah daun salam koja yang dikenal pula dengan istilah daun temurui. Biasanya orang Aceh menanam sendiri daun rempah ini di halaman rumah mereka. Sebab, daun salam koja hanya bisa diperoleh di pasar tradisional di pedagang khusus.
Read more ►

Alat Musik Tradisional Di Aceh

0 komentar
sebagai bagian dari masyarakat Aceh , kita harus mengetahui sejarah termasuk alat-alat musik yang ada di Aceh yang sudah ada sejak dari jaman Kerajaan Jeumpa Aceh,Kerajaan Aceh Darussalam hingga jaman Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam seperti yang saya kutip dari saudara/i Yuhuuami. Adapun sampai saat ini alat musik yang sudah diketahui yang berlaku dalam masyarakat Aceh dari zaman endatu sampai sekarang ada 10 macam : 
Read more ►

Hadih Maja (Petuah Aceh)

0 komentar

:: Ali Imran : 103

Tameubrie saleum Nabi kheun sunat
Jaroe tamumat tanda mulia
Meumat jaroe deungen khideumat
Nyan keuh alamat tanda bahgia
Meumat jaroe makna jih lee that
Damee alamat peukab syedara
---------------------------------------
Memberi salam sabda Nabi adalah sunat
Berjabat tangan tanda mulia
Berjabat tangan dengan khidmat
Itu maklumat tanda bahagia
Berjabat tangan banyak artinya
Tanda berdamai menjalin saudara



:: al-Baqarah : 190

Peutheun agama jeut tameuprang
Meunan fireuman Allah ta'ala
Kheun Agama beek tapeuwayang
Ureung taloe prang beuget tajaga
---------------------------------------
Mempertahankan agama boleh berperang
Begituah firman Allah ta'ala
Pesan agama jangan dilanggar
Yang kalah perang haruslah dijaga



:: Ali Imran : 190-191

Ureung areh han tom kanjai
Ureung Meu-akai han tom binasa
---------------------------------------
Orang yang berilmu tidak akan pernah hina
Orang berfikir tidak akan pernah binasa



:: Beberapa Hadits

Ujo teumeu`a riya teukabo
Di sinan yang lee ureung binasa
Bala ta saba nikmat ta syuko
Di sinan yang le ureung bahagia
---------------------------------------
Sombong tamak pamer takabbur
Itulah penyebab orang binasa
Sabar akan musibah mensyukuri nikma
tFaktor utama orang bahagia



:: Ayat dan Hadits

Bak buet salah beutamalee
Perrintah guree bak get tajaga
Meunyoe ka salah meu-'ah ta lakee
Akhirat teuntee gata bahgia
---------------------------------------
Berbuat salah haruslah malu
Nasehat guru mesti dijaga
Kalau bersalah maaf mintalah selalu
Akhirat tentu anda bahagia



:: al-Kahfi : 28

Berangkapeu buet tapike dilee
Ôh ka malee keupeu lom guna
---------------
Semua tindakan pikirlah dulu
Kalau sudah malu tiada berguna



:: Yusuf : 84

Bijeeh bek leumah kulet
Peunyakeet bek leumah nyata
Adak sakeet bah di dalam
Bek hiram bak ie muka
---------------------------------------
Bibit jangan nampak kulit
Penyakit jangan sampai kentara
Rasa sakit simpanlah di dalam
Jangan kelihatan di air muka



:: asy-Syura : 37

Meunyoe jirhoem ngen bajoe
Bek tabalah ngen nuga
Meunyoe jirhoem ngen tumpoe
Tabalah ngen asoe kaya
---------------------------------------
Kalau dilempari dengan pasak
Jangan membalas dengan palu
Kalau diberikan tempoyak
Balaslah dengan srikaya



:: Ayat dan Hadits

Bek tadeungoe haba croet-brot
Geuntanyoe goet-goet jeut binasa
---------------------------------------
Jangan memperturut berita gosip
Sahabat karib jadi binasa
Read more ►

Makanan Wajib Untuk Kesehatan Perokok

0 komentar

Mengetahui makanan menjaga kesehatan tubuh perokok wajib dilakukan jika ingin tetap sehat. KonsumsiVitamin C bagi Perokok agar selalu baik kondisi kesehatannya, karena setiap hari banyak racun yang masuk kedalam tubuh. Menghisap rokok sudah diketahui dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis.

Sayangnya, memang tak mudah untuk dapat berhenti dari kebiasaan tersebut. Meski jalan terbaik adalah berhenti merokok, namun ada beberapa nutrisi yang setidaknya dapat mengurangi dampak racun rokok.

Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang dapat membantu memerangi penyakit-penyakit kronis pada perokok terutama pada paru-paru. Tapi tetap saja solusi terbaik sebenarnya adalah berhenti menghisap puntung tembakau tersebut.

Berikut beberapa makanan yang mengandung nutrisi penolong sementara bagi para perokok, seperti dilansir Livestrong :

1. Vitamin C

Vitamin C merupakan antioksidan kuat yang biasanya hilang karena efek rokok. Antioksidan seperti vitamin Cmembantu menangkis radikal bebas yang merusak sel paru-paru sehat.

Menurut Linus Pauling Institute, perokok harus mengonsumsi tambahan vitamin C. Pria perokok harus mengonsumsi 125 mg vitamin C per hari, sedangkan perokok perempuan 110 mg setiap hari. Contohmakanan yang banyak mengandung vitamin C antara lain melon, jeruk, mangga, brokoli dan kale.

2. Omega-3
Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian dan cacat pada perokok. Makanan yang mengandung lemak omega-3 dapat mencegah pembentukan sel kanker di paru-paru, menurut sebuah laporan Agency for Healthcare Research and Quality.

Makanan yang banyak mengandung omega-3 antara lain ikan berminyak seperti ikan tuna, kedelai, minyak zaitun extra virgin, kacang-kacangan dan biji-bijian.

3. Teh hijau
Teh hijau adalah minuman sehat kaya antioksidan jenis khusus yang disebut dengan polifenol. Menurut laporan Internal Medicine Reviewsperokok yang tidak mengonsumsi teh hijau memiliki lebih dari sepuluh kali lipat peningkatan dalam kanker paru-paru bila dibandingkan dengan yang minum setidaknya 1 cangkir teh hijau tiap hari.

4. Buah-buahan
Buah-buahan berwarna gelap seperti blueberry, raspberry dan jeruk kaya akan antioksidan. Mengonsumsi antioksidan pada buah-buahan dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Menurut Free Radical Research, blueberry memerangi aktivitas enzim yang dikenal sebagai enzim angiotensin-converting, yang menyebabkan kerusakan pembuluh jantung. Selain itu, blueberry mengurangi jumlah stres oksidatif dalam tubuh perokok. Stres oksidatif mempromosikan pembentukan sel kanker dan penyakit jantung.
Read more ►

Filosofi Ureung Aceh

0 komentar

Orang Aceh akrab dengan sastra. Mereka memiliki kedekatan dengan pengajaran-pengajaran reliji. Walaupun, secara praktik, mereka tetap sebagai manusia. Dalam arti sebagian begitu teguh dengan begitu banyak pelajaran kebaikan yang diajarkan sejak kecil, tetapi sebagian juga bangga menjadi ‘manusia’, sebab manusia tidak perlu repot untuk jauh dari kesalahan, alasannya kesalahan itu manusiawi.
Filosofi Ureung Aceh yang ingin saya angkat berhubungan dua benua tipikal karakter orang Aceh.
Umumnya, di mana-mana, di hampir setiap wilayah Aceh, khususnya di daerah-daerah yang memang masih kental dengan keacehannya. Filosofi itu sudah diajarkan dari sejak kecil. Bahkan dari sejak kecil, seorang anak ureung Aceh akan diperdengarkan hikayat-hikayat sahabat Nabi. Akan dilantunkan Ibu dan Ayahnya tentang cerita-cerita epos yang dinyanyikan. Kalau pengalaman saya pribadi, tidak terlalu ingat saat itu sudah berusia berapa, tetapi saya masih bisa mengingat jelas ketika itu badan kecil saya berada dalam ayunan dengan sebuah kompeng di mulut. Ibu dan Nenek saya kerap mengayun-ayun ayunan yang menjadi tempat saya tidur sambil membaca shalawat dalam Bahasa Aceh dan cerita-cerita hikmah, sampai saya terlelap. Mencoba menaksir, itu saya alami saat berusia 3 tahun. Jika anda menggunakan logika,”ah, 3 tahun mana mungkin pengalaman dalam usia begitu bisa membekas kuat.” Mungkin anda benar.
***
Filosofi itu diajarkan berupa lantunan cerita:“Cut poe Fatimah, aneuek Sang Nabi. Putroe rasuli inoeng sayyidina Ali. Hasan ngoen Husen cucoe di Nabi, nyeung ba ileumee dari tutoe Nabie…..” (tidak saya terjemahkan karena cita rasa bahasa yang berbeda).
Cerita itu bisa sampai demikian panjang. Tidak hanya dalam ayunan. Dalam orolan sehari-hari juga, jika itu melibatkan orang tua dan anak-anak atau pemuda. Berbagai hadih maja (pepatah Aceh) akan meluncur dari lidah orang-orang tua. Dan itu sebagai nasihat untuk kemudian menjadi prinsip bagi anak muda yang memang cenderung rentan.
Beberapa dari yang masih sangat saya ingat:
- Bek groep guda, grep lee cangguk. (Terj: Jangan kuda melompat, katakpun ingin melompat seperti kuda).
Satu sisi peribahasa ini menyiratkan pesimisme. Tetapi kalau dilihat dari perspektif agama, ini merupakan pelajaran untuk selalu jujur mengukur diri sendiri. Sehingga, objektifitas mengukur diri sendiri itu menjadi daya untuk membuat seorang aneuk Aceh bisa mendapatkan hidup yang baik.
- Pakiban ue meunan minyeuk. (Ter: Minyak kelapa ditentukan seperti apa kelapanya).
Ini menjelaskan tentang begitu pentingnya peran orang tua. Betapa, tanpa ada keseriusan, sikap penuh hati, anak-anak mereka tidak akan bisa tumbuh orang yang baik. Sebab orang tua juga yang pertama sekali mewarnai anak-anaknya. Peribahasa ini sering menjadi nasehat untuk anak muda yang ingin menikah sebagai landasan filosofis agar saat sudah berumah tangga benar-benar memperhatikan persoalan pendidikan anak.

- Jak ubee leuet tapak, duek ubee leuet punggoeng. (Terj: Berjalan sesuai dengan kemampuan kaki, mengambil tempat duduk sesuai kebutuhan saja).
Menjelaskan tentang keharusan untuk menghindari keserakahan dalam hidup. Sebab, selalu bijak dalam menyesuaikan segala sesuatu diyakini menjadi awal untuk membuat hidup lebih berkah. Jangan mengambil yang bukan hak, dan tidak rakus dalam hidup. Ambil setiap sesuatu hanya sesuai kebutuhan. Ini bertujuan agar anak-anak Aceh bisa terhindar dari keresahan akibat dari keserakahan.
Read more ►

Senin, 10 Desember 2012

Sumber Ilmu

0 komentar

Orang buta huruf abad 21 bukanlah mereka yang tidak bisa membaca dan menulis, tetapi mereka yang tidak bisa mengambil pelajaran, mengambil hikmah dan selalu belajar.
The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn.
Read more ►

Hal yang Tidak Diajarkan di Sekolah

0 komentar

“Aku sudah membuat daftar hal-hal yang tidak mereka ajarkan di sekolah Anda. Mereka tidak mengajarkan Anda bagaimana mencintai seseorang. Mereka tidak mengajarkan Anda bagaimana menjadi terkenal. Mereka tidak mengajarkan Anda bagaimana menjadi kaya atau miskin. Mereka tidak mengajarkan cara melangkah dari seseorang yang tidak Anda cintai lagi. Mereka tidak mengajarkan cara untuk mengetahui apa yang terjadi dalam pikiran orang lain. Mereka tidak mengajarkan Anda apa yang harus dikatakan kepada seseorang yang sedang sekarat. Mereka tidak mengajarkan sesuatu yang seharusnya diketahui. ”
“I’ve been making a list of the things they don’t teach you at school. They don’t teach you how to love somebody. They don’t teach you how to be famous. They don’t teach you how to be rich or how to be poor. They don’t teach you how to walk away from someone you don’t love any longer. They don’t teach you how to know what’s going on in someone else’s mind. They don’t teach you what to say to someone who’s dying. They don’t teach you anything worth knowing.”
Read more ►
 

Copyright © Hidupku Inspirasiku Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger