Jumat, 20 Juni 2014

Sosok introvert

Ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang berkumpul. Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi. Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada juga sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang. 

Sosok ini berbeda,tak seperti kebanyakan orang. Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit , tetapi ia justru sedang memerhatikan. Ia senang menganalisa keadaan.

Ia adalah.... Suzanna. #emaap

*ulang*

Ia adalah... seorang INTROVERT!



Ada Apa Dengan Introvert?

Introvert adalah sebuah sifat dan karakter yang cenderung menyendiri. Mereka adalah pribadi yang tertutup dan mengesampingkan kehidupan sosial yang menurut mereka terlalu random. 

Random karena kesulitan mencerna ritme keadaan yang terlalu cepat, dan kami selalu tertutup sama seseorang yang menurut kami bukan wadah yang "tepat". Tapi inget, Introvert bisa berubah menjadi kebalikannya seketika setelah mereka ketemu dengan seseorang yang punya interesting, hobi, dan cara komunikasi yang sama.



Introvert mengambil energi dari lingkungan (diri) sendiri.
Ekstrovert mengambil energi dari lingkungan di luar dirinya sendiri.


Singkatnya, sifat Ekstrovert lebih butuh rasa sosial, cahaya, kebisingan, dan ruang lingkup yang luas. Sedangkan Introvert lebih butuh secangkir kopi hangat dan ngumpul bareng sama beberapa teman dekat aja daripada pergi ke tempat yang penuh sama orang asing. 

Introvert benci -basi. Makanya, mereka seneng sama perbincangan yang padat dan bersifat informatif. Introvert adalah pribadi yang “dalam”.


Kelebihan Introvert

1.  Introvert lebih fokus sama hal yang bersifat psikis daripada fisik

Mereka adalah orang-orang peka, tapi bukan sensian loh ya. Mereka seneng banget menjelajahi ruang pikirnya. Mereka baca buku, nonton tayangan yang menurut mereka bisa ngasah otak, karena mereka haus dengan segala hal yang berbau informasi.

Itulah sebabnya kenapa mereka punya kekuatan konsentrasi yang baik, mereka cepat menangkap dan berintelegensi tinggi.
 
2. Introvert adalah pemikir yang dalam.
  
Mereka mampu melihat suatu hal dari segi manapun, berbeda dengan seorang Ekstrovert yang cenderung berpikir secara momentum saja. Selain itu mereka pandai dalam memilah sesuatu, baik itu hal kecil maupun besar, hal yang berguna maupun tidak.

"Kalo emang pemikiran Introvert sebaik itu, gimana kalo pas ngomong? Apa mereka bisa nyampein pesan secara detil kayak yang ada di pikirannya?"


Apabila ada dua orang Ekstrovert dan Introvert ditantang dengan satu pertanyaan, maka Ekstrovert akan ngejawab secara Hiperbola, sedangkan Introvert ngejawab dengan Akurat.

Contoh:
 Apabila dua orang Ekstrovert dan Introvert lagi makan siang dan se-meja bareng, maka seorang Ekstrovert akan berkata, “Ini makanan enak banget! Belum pernah gue nyobain yang seenak ini” lalu yang Introvert akan ngejawab, “Iya, enak.” 
 

Itulah kenapa pribadi Ekstrovert selalu dianggap sebagai perusak survey dan bikin sebuah survey jadi nggak akurat. Ekstrovert itu lebay.

3.Seorang Introvert selalu bisa bersikap tenang menghadapi segala tekanan dan permasalahan. 

Mungkin karena kebiasaan mereka yang menyendiri sehingga emosi mereka terlatih untuk tetap stabil. Mikir dulu sebelum ngomong adalah naluri alami mereka.
 
4.Introvert adalah pendengar yang baik.
 
Jangan ngeremehin seorang introvert yang lagi menyimak dengan seksama, mereka ahli dalam ngegabungin fakta-fakta dan prinsip serta pemikiran orang lain, dibikin klausa sebab-akibat, lalu dikemas rapih dan terbentuklah sebuah tesis, sebuah jawaban yang dapat menjadi pemecah masalah bagi sebuah perdebatan yang terjadi.

5. Mereka selalu peduli

Buat Introvert, diam bukan berarti gak ngerti apalagi gak peduli, tetapi mereka menganalisa. Kedetilan mereka akan segala hal membuat Introvert menjadi pekerja yang baik.

Di dunia seni, Introvert adalah penguasa dan orang dengan kreatifitas berkelas nomor satu. Faktor ini terjadi karena mereka dapat menyelam penuh ke dalam pemikirannya.
 
Biasanya seorang Introvert gemar menulis. Karena dalam menulis mereka dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain.


"Sementara introvert adalah kelompok minoritas dalam masyarakat, mereka membentuk sebuah mayoritas bagi orang-orang yang berbakat.”

How to Care an Introvert




1. Hargai PRIVASI mereka.

2. JANGAN PERNAH PERMALUKAN mereka di depan umum.


3. Kasih mereka waktu BERADAPTASI di situasi yang baru pertama kali ia alami.


4. Kasih mereka waktu untuk BERPIKIR. Jangan mengharap jawaban yang instan.


5. Jangan sekali-kali MENGINTERUPSI mereka.


6. Kasih mereka saran-saran membangun yang berkaitan dengan hidup mereka.


7. Kasih mereka
 warning seenggaknya 15 menit sebelum kamu menyuruh mereka menyelesaikan apa yang lagi mereka kerjakan.

8. Tegur mereka secara pribadi, jangan di depan publik umum.


9. Ajarkan kemampuan/keterampilan baru yang ingin mereka pelajari secara pribadi.


10. Kasih mereka semangat untuk menemukan "One best friend" yang mempunyai kemampuan dan ketertarikan yang sama.


11. Jangan terlalu maksa mereka buat berteman dengan lebih banyak orang lain lagi di satu waktu.


12. RESPECT THEIR INTROVERSION. Jangan mencoba mengubah mereka menjadi sosok Ekstrovert :)


Orang pemalu dan Introvert kadang suka susah dibedain. FYI, Pemalu sama Introvert beneran jauh beda, berikut tabel komparasinya beserta perbandingannya dengan ekstrovert: 




Gue sendiri pribadi, sempet susah mengakui bahwa gue itu jelas-jelas introvert. But, semakin gue renungi dan apalagi hari ini adalah bertepatan dengan hari ulang tahun gue.. 

*ciyeeeeeeeeeeee* 

I decide to : Gue bangga jadi seorang INTROVERT!

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright © Hidupku Inspirasiku Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger