Selasa, 20 November 2012

“Berijin” Kata Gayo Populer di Dunia


Dua bule asal Polandia yang sedang berwisata di kebun kopi petani di Dataran TinggI Gayo beberapa saat lalu. (LG | Win RB)
KOPI Gayo populer dan disukai konsumen dunia karena beberapa keunggulan seperti rasa dan aroma, organic dan ikut fair trade, kini semakin lebih mendunia lagi setelah beberapa kata asli Gayo terdengar dan disebut -disebut di dunia perdagangan kopi luar negeri.
“Kata –kata Gayo yang kini populer di dunia adalah , berijin, Gayo Fair trade dan kopi asalan yang disebut didalam sertipikat”, ungkap Mustawalad, Ketua Produser Fair Trade Indonesia, Senin (20/2) di Takengon.
“Kata berijin sering diucap saat refresentasi atau diakhir transaksi kopi Gayo di dunia perdagangan international” tambah Mustawalad. Bukan itu saja, kata ketua APFI ini, lima sertifikasi organic untuk kopi dunia, semua ada di Takengon dan Bener Meriah.
Hal inilah, lanjut Mustawalad yang membuat kopi Gayo di tahun 2010 menjadi salah satu dari empat besar pemasok kopi ke pasar Amerika bersama kopi lainnya seperti Blue Mountain Coffee. Dengan total eksport 4.964.396,04 kilogram.
Dijelaskan Mustawalad, Kopi Gayo asal Dataran Tinggi Gayo, wilayah tengah di Provinsi Aceh ini yang berada pada ketinggian 1200 diatas permukaan laut (Dpl) keatas ini , masuk sebagai salah satu kawasan Single Origin kopi.
Dengan menjadi single origin, berarti kopi Gayo , tambah Mustawalad, diakui  sebagai salah satu daerah asal  kopi “Kopi Gayo di dunia banyak di campur (blend) dengan kopi lainnya dengan persentase kopi Gayo lebih dominan untuk mendapatkan rasa dan aroma tersendiri”, ujar Mustawalad.
Lebihlanjut dikatakan Mus, sapaan akrab Mustawalad, ketua APFI, semakin berminatnya konsumen dunia terhadap kopi Gayo yang memiliki rasa yang khas, telah menyebabkan beberapa lembaga keuangan di dunia tertarik menanamkan modalnya dibidang kopi.
“ITFC, Roo Capital, Rabo Bank dan Respondability, tertarik investasi di kopi Gayo. Islamic Trade Finance Corporation bahkan telah memberikan bantuan keuangan senilai Rp.2 juta dolar”, kata Mustawalad.
ITFC, lanjutnya, memberikan bantuan keuangan kepada dua kelompok koperasi, yakni, Apko, Bies Utama,Tunas Indah, Arinagata dan sebuah koperasi lainnya.  “Pemberi bantuan menggunakan sistim pinjaman yang sangat simple dan mudah.
Mustawalad berharap, kedepan semakin banyak koperasi kopi yang professional sehingga memenuhi syarat-syarat sebagai penerima bantuan untuk pembelian kopi Gayo. “Umumnya koperasi yang dibantu memenuhi syarat yang diminta donator. Seperti laporan keuangan, rapat koperasi dan kegiatan rutin lainnya”, papar Mus.
Di tempat terpisah, pengurus koperasi Permata Gayo, eksportir kopi Gayo, Djumhur Sungkit, kepada Lintas Gayo menyatakan bahwa saat ini kopi Gayo merupakan salah satu kopi termahal di dunia. “Harga kopi Gayo lebih mahal dari pada harga di sentral perdagangan kopi dunia , terminal New York”, kata Djumhur. Sementara seorang petani kopi di Tawardi II, Mursada Muhammad, mengungkapkan bahwa Aceh Tengah merupakan sumber berbagai jenis kopi specialty di dunia.
“Jenis-jenis kopi yang special dijual dari Takengon adalah long bean, Luwak, elephant  bean dan sejumlah kopi khusus lainnya”, sebut Mursada. Sayangnya, tambah Mursada, kopi Gayo khusus ini dijual dari luar Gayo. Seperti Medan dan Jawa.
Kini, tiga kosa kata Gayo popular di dunia perdagangan kopi dunia , yakni, berijin, kopi asalan dan Gayo fair trade (Win RB)

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright © Hidupku Inspirasiku Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger